Ngaji Welasan di Kandang Singa


MALANG - Ujian terkadang menjadi titik balik bagi seseorang untuk berubah menjadi lebih baik. Hal tersebut pun terjadi di Arema FC, ketika sanksi bagi Aremania yang tidak bisa memberikan dukungan kepada timnya, ditanggapi dengan kegiatan yang positif. Ajakan untuk berhijrah, menjalani akibat sebagai bagian dari kesalahan, dihadapi dengan kajian keislaman melalui acara Ngaji Welasan.
Ngaji Welasan, sejak dua bulan lalu sudah digelar oleh Arema di Kandang Singa (sebutan Kantor Arema FC). Acara berlangsung setiap Senin keempat di setiap bulannya, dengan bimbingan oleh Habib Muhammad Anies Shahab.
"Ngaji Welasan itu adalah kajian Islam, dimana muncul gagasannya ketika Arema sedang prihatin menghadapi berbagai ujian. Utamanya ujian sanksi untuk Arema, dan juga ujian untuk kemanusiaan yang menimpa sepak bola Indonesia," ujar Media Officer Arema, Sudarmaji.
Menurutnya, segala ikhtiar perlu dilakukan saat menghadapi berbagai cobaan, terutama pendekatan atau introspeksi melalui kajian keislaman. Lantas, Arema juga melihat, banyak Aremania yang seringkali mengikuti pengajian atau kajian, yang kebetulan diisi oleh Habib Anies.
 "Dari latar belakang itu, muncul ide kajian rutin Islam di Kantor Arema dengan tujuan ingin beriktiar. Pertama untuk sepak bola, dan kami ingin merangkul berbagai komunitas. Tidak hanya Aremania saja," papar dia kepada Malang Post
Pria asal Banyuwangi itu mengatakan, Ngaji Welasan tidak harus formal. Itu yang membuat beda. Sesuai dengan kultur Aremania. Bahkan, ketika menyampaikan agenda, dibuat semenarik mungkin, dan bisa mengundang perhatian Aremania. Misalnya ketika membuat program promosi di media sosial Arema FC yang sudah diikuti ratusan ribu follower dengan irama musik Arema.
"Ngajinya tidak harus formal. Tidak harus baju koko dan pakai songkok, tidak. Kami ingin merangkul berbagai pihak, agar kelak kajian bisa diterima," tambahnya.
Selain itu, Ngaji Welasan tidak mau mengesankan ngaji yang eksklusif. Agenda tersebut ingin tetap cair tetapi sesuai dengan perspektif keislaman. "Alhamdulillah, manajemen juga mendukung acara seperti ini. Pemain, juga ada yang aktif ikut acara. Seperti Ricky Ohorella, Dendi Santoso, hingga Rivaldy Bawuo," ungkap dia.
Sementara itu, nama Ngaji Welasan muncul karena sejatinya agenda bakal digelar setiap tanggal 11 Agustus. Tanggal tersebut dianggap sakral untuk Arema dan Aremania. Namun, karena khawatir tidak dapat digelar, akhirnya diputuskan setiap Senin ke empat setiap bulannya.
"Kami sesuaikan dengan acara Habib Anies, yang saat ini memimpin kajian. Selain itu, nama Welasan artinya sangat bagus. Yakni Kasih sayang, respek, peduli. Makanya sepakat dengan nama itu," pungkas dia. (ley/udi)

Berita Lainnya :