Sebelum Puasa, Nyekar ke Leluhur


MALANG - Menjelang Ramadan, beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Malang, seperti TPU Kasin di Jalan Bali, Kecamatan Klojen ramai didatangi oleh peziarah. Terlebih pada Rabu (16/5) kemarin, merupakan puncak bagi masyarakat untuk berziarah pada leluhurnya.
Juru Kunci TPU Kasin, Wiyono mengatakan, peziarah sudah mulai terlihat sejak tiga hari sebelum puasa, yakni sejak Senin (14/5). “Biasanya mereka yang berasal dari luar Malang. Jadi dua atau tiga hari sebelum puasa sudah nyekar. Kalau sekarang (kemarin, red.) ya orang-orang sekitar sini saja,” tandasnya.
Makam yang luas sekitar 7,5 hektar ini telah dipenuhi sekitar 20 ribu jenazah. Sehingga ia memperkirakan, peziarah bisa mencapai ratusan orang. “Bahkan mungkin mencapai ribuan sejak H-3 lalu,” ungkapnya.
Ia mengatakan, tidak ada perbedaan jumlah peziarah dengan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun tahun ini TPU Kasin telah diresmikan sebagai Kampung Keramat. “Tidak ada perubahan yang signifikan. Dari dulu sebelum ada Kampung Keramat ya seperti ini,” tuturnya.
Dari pantauan Malang Post, beberapa peziarah juga mengirimkan doa untuk para tokoh agama. Sebab di TPU Kasin juga terdapat makam Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih, pendiri Ponpes Darul Hadits yang  berdampingan dengan putranya, Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih. “Habib Abdullah wafat pada 30 November 1991,” tandas dia.
Selain itu, juga ada makam Habib Alwi bin Salim Alaydrus. Menurutnya, makam para Habib tersebut setiap harinya memang selalu terdapat peziarah. Namun pada hari-hari menjelang Ramadan, jumlah peziarah yang datang bertambah banyak.
Menurutnya, banyaknya jumlah makam terkadang membuat peziarah dari luar kota lupa tempat tujuannya. Terlebih mereka yang telah lama tidak pernah berkunjung. “Saya bantu mencarikan bersama dengan teman-teman di sini,” tuturnya. (mg6/udi)

Berita Lainnya :