Syeikh Na'im Imam Besar Asal Palestina Hadiri 'Siraman Manis'


MALANG - Syeikh Na'im Abdullah Suliman AbuShandi, Imam besar asal Palestina mengunjungi Masjid Baitul Ghoffar Bumi Asri Sengkaling pada Kamis (16/5). Kunjungan Syeikh Naim ke Indonesia merupakan rangkaian silaturahmi yang diinisiasi oleh Baitul Maal Hidayatullah bersama Sahabat Al Aqso dalam program 'Siraman Manis' (Silahturrahim Ramadan Imam Palestina ke Indonesia).
Program Siraman Manis ini tujuannya menjalin Silaturrahim dan memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Insaniyah di antara kaum muslimin di Palestina dengan kaum muslimin yang ada di Indonesia. Kunjungan imam berusia 54 tahun ini juga mengingatkan sesama muslimin di Indonesia agar tetap solid dengan muslimin di Palestina, sehingga keberadaan masjid Al Aqso di Palestina tetap terjaga.
"Selain itu tujuannya juga untuk membangun solidaritas kemanusiaan yang ada di Palestina dan di Indonesia, karena pada dasarnya solidaritas kaum muslimin Palestina dan Indonesia adalah wajib hukumnya. Mengingat keberadaan masjid Al Aqsho atau Baitul Maqdis adalah masjid 3 kaum muslimin di seluruh dunia setelah masjid Al Haram di Makkah Al Mukaromah dan Masjid Nabawi di Madinah Al Munawwarah," jelas Sony Abdul Karim, Manajer BMH Jatim Gerai Malang kepada Malang Post.
Pada kesempatan tersebut, Syeikh Na'im Abdullah Suliman memberikan semangat dan motivasi serta kondisi terkini di Palestina yang kian hari kian terjajah oleh bangsa Yahudi. "Supaya masyarakat muslim memahami dan membuka wawasan terhadap kaum muslimin yang ada di Palestina yang semakin hari di jajah dan di tindas oleh yahudi laknatullah," kata Karim, seperti yang disampaikan oleh Syeikh Naim Abdullah Suliman.
Bantuan berupa dana kemanusiaan dan program kemanusiaan juga tak henti dikirimkan ke Palestina. Sehingga tidak hanya berupa uang, namun juga berupa program kemanusiaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, seperti dibangunnya tiga mahad tahfidz hasil kerja sama BMH dan Sahabat Al Aqso, yakni Mahad Tahfidz Abdullah Sa'id, Ma'had Tahfidz Amin Bahrun dan Ma'had Tahfidz Hidayatullah yang ketiganya terletak di Gaza, Palestina.
"Alhamdulillah BMH dan Sahabat Al Aqsho telah banyak berkontribusi dalam mengirimkan relawannya dan da'i tangguhnya untuk membantu kaum muslimin yang ada di Palestina, terlebih keberadaan Ma'had Tahfidz Al Qur'an yg di didirikan oleh BMH dan Sahabat Al Aqsho," ungkap Karim.
Program Siraman Manis yang mendatangkan Imam asal Palestina ini merupakan agenda tahunan atau kali ke enam sejak pertama kali diadakan pada 2016 lalu. Pada tahun ini program Siraman Manis yang mendatangkan Syeikh Na'im Abdullah Suliman Abu Shandi ini rencanya juga bakal digelar di kota lain di Jawa Timur hingga 25 Mei mendatang, yaitu di Kota Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Tuban, dan Jombang. (mp3/sir/udi)