Puasa Birahi Lebih Mudah Daripada Menahan Lisan


Seringkali puasa itu hanya dikaitkan dengan “menahan diri dari makan dan minum mulai dari fajar hingga adzan magrib”. Begitulah menjelaskan ulama fikih menjelaskan. Mereka juga sepakat bahwa “memasukkan sesuatu (ain) ke dalam lubang (jauf) secara disengaja pada tubuh manusia, seperti, mulut, hidung, telinga, akan membatalkan puasa. Kecuali lupa atu tidak tahu, maka tidak membatalkan puasa, seperti; pagi hari-hari makan sepiring, setelah habis nasinya teringat bahwa dirinya dalam kondisi puasa. Wajib baginya meneruskan puasa.