Awalnya Iseng, Kini Produktif Tulis Buku


PUNYA karya dan prestasi di usia muda, tentu saja impian semua orang. Inilah yang diraih Sophia Mega Sabila.  Mahasiswi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini punya banyak karya sastra.
Perempuan berusia 21 tahun ini meghabiskan masa kuliahnya dengan berkarya dan bekerja. Semua yang dilakukan tidak jauh dari kegiatan tulis menulis. Ia menulis di blog sejak SMP, dan bekerja sebagai freelance writer (penulis lepas) pada semester satu. Meskipun begitu, bukan berarti abai dengan tugasnya sebagai mahasiswa. Sophia tetap fokus menyelesaikan studinya.
Di tengah perjalanannya sebagai penulis lepas dalam dua tahun terakhir,  ia menyelesaikan empat buku. Tahun 2017 , Sophia menulis buku, ‘Kapan kamu Menikah? Jangan Menikah Kalau Cuman Ikut-Ikutan”.  Karya ini ditulis bersama tiga rekannya, Arsita Hardini, Nessya Suraduhita dan Putri Intifada.
Di tahun berikutnya Sophia  menulis sendirian. Judulnya, ‘Loe Tahu Siapa Gue’. Karya ini segera rilis dan  terdistribusi ke seluruh Indonesia.  Di tahun ini juga ia menyelesaikan buku tentang pernikahan, lanjutan dari buku pertama dengan teman-temannya. Kini sedang proses editing.
Sophia juga dalam proses menyelesaikan buku yang akan diterbitkan oleh penerbit kawakan asal Jogjakarta, Mojok. Rencananya buku ini akan selesai digarapnya April, bulan depan
Perempuan yang tinggal di Tlogomas ini memang punya hobi iseng menulis. Ketertarikannya menulis  sejak kelas empat SD. Di usia 10 tahun  sudah mulai menulis novel. “Duh saya malu. ceritanya itu alay banget hahahaha,” terangnya sambil tertawa mengenang kisah masa kecilnya.
Beranjak di jenjang pendidikan SMP, dia aktif menulis blog pribadai, www.sophiamega.com hingga kini. Bahkan ia merambah media sosial lain untuk membagikan kegemarannya menulis kepada orang lain. Yaitu di channel Youtube Sophia Mega  dan Instagram @sophiamega.
Sophia bercerita kepada Malang Post bahwa kebiasaannya menulis membuatnya ketagihan untuk lebih banyak menulis. Semua sosial medianya dimanfaatkan dengan mengunggah kegiatan sehari-hari. Menurutnya, apa yang seseorang unggah di media sosial adalah cerminan kepribadian dari orang tersebut. Dengan itu, Sophia dapat memberikan energi positif kepada orang lain.
“Kadang aku berusaha untuk tidak membagikan apa-apa. Tapi tidak bisa ternyata. Ya, sudah sekalian aja nulis,” terangnya. Ia berharap dapat menginspirasi banyak orang. “Untuk teman-teman kan biasanya bingung nulis di mana, jadi sebagai penulis pemula juga saya bagikan tips,  bagaimana nulis sampai jadi buku atau jadi karya lain bahkan cara jadi freelance writer,” tutur Sophia.
Kelahiran bulan Juli ini menjelaskan, kecintaannya menulis berawal dari hobi membaca. Hingga menjadi mahasiswa, dia sangat menyukai buku-buku kisah inspiratif.  “Saya suka baca buku yang berkaitan dengan self improvement (pengembangan diri).  Biasanya tentang produktivitas, bisnis dan public relations. Itu sebabnya buku-buku yang saya tulis non fiksi,” ucap mahasiswi semester delapan ini.

Berita Lainnya :