Gowes ke Hutan Mampir Sumber Air


DI BALIK kesibukannya sebagai orang nomor satu di Perumda Tirta Kanjuruhan (eks PDAM Kabupaten Malang), Syamsul Hadi S.Sos, MM tak melupakan hobinya bersepeda alias gowes. Ia bahkan membentuk kelompok atau komunitas gowes di tempatnya bekerja. Yaitu Kanjuruhan Bike Community (KBC).
"MBC ini anggotanya ya karyawan Perumda Tirta Kanjuruhan. Total anggotanya sekitar 50 an orang," ungkapnya. Melalui komunitas ini, Syamsul dan stafnya rutin bersepeda. Umumnya mereka gowes saat hari libur. Rutenya keliling, ke unit-unit kerja secara bergantian. Bahkan tak jarang, Syamsul dan anggota Komunitas KBC kerap di undang untuk memeriahkan gowes di daerah lain.
"Satu bulan lalu kami gowes di Kabupaten Situbondo. Kami diundang untuk memeriahkan fun bike, yang diselenggarakan dalam rangka HUT PDAM Kabupaten Situbondo," urai kakek satu cucu ini.
Menurut Syamsul, bersepeda bukan sekadar hobi. Selain berolahraga, gowes juga menjadi ajang merekatkan tali silahturahmi. Baik dengan karyawan, sekaligus dengan para pejabat PDAM di Jawa Timur.
"Saya juga menjabat sebagai Ketua PD Persatuan Perusahaan Pengelola Air Minum Seluruh  
Indonesia (Perpamsi) Provinsi Jatim. Jadi saat ada pertemuan, saya kerap mengajak anggota Perpamsi lain gowes  untuk merekatkan tali silahturahmi. Apalagi kami (Perpamsi) punya moto, 'Sak duluran Sak Lawase," tambahnya.
Bersepeda kata dia, selain merekatkan tali silahturahmi juga melakukan kegiatan sosial. Tak jarang, anggota KBC mengumpulkan dana lalu beli sembako untuk dibagikan kepada warga tak mampu.
Syamsul mengaku hobi gowes ini dimilkinya sejak masih muda. Yakni sebelum bekerja di PDAM Kabupaten Malang. Menurut Syamsul, gowes merupakan hal menyenangkan. Karena selain berolahraga, dia juga bisa jalan-jalan  melihat pemandangan alam.
"Dulu gowes dilakukan di hutan-hutan. Selain jalurnya menantang, juga melihat pemandangan alam yang luar biasa. Kadang saya juga melihat sumber air yang ada di hutan-hutan,” Katanya.
“Tapi sekarang karena usia, jadi gowesnya kota-kota saja. Mencari jalan yang tidak berisiko, kan tetap keselamatan nomor satu," tambah pria kelahiran 12 Mei 1963 ini.
Ditanya berapa sepeda yang dimiliki? Syamsul tersenyum. Dia tak menyebutkan jumlahnya, tapi dia mengaku yang sering dipakai dua.  "Karena nyaman, selain enteng, digunakannya juga enak," kata suami dari Agustina Zulaikah ini.
Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Malang ini menambahkan, meskipun cukup aktif gowes, sama sekali tidak mengganggu pekerjaannya. "Gowes itu hobi saja. prioritas kami tetap memberikan pelayanan," tandasnya.(ira/van)