Karya Mariposa Diadaptasi Film, Tiga Judul Novel Sudah Dikontrak Penerbit


MALANG – Hana tak segan menghantam perut Sultan cukup kencang, membuat pria itu langsung terduduk kesakitan memegangi perutnya. Sedangkan, Hana segera melanjutkan langkahnya, sekali lagi meninggalkan Sultan begitu saja. “Perutku!” teriak Sultan melebaikan. Sultan melihat Hana yang masih saja terus berjalan.
“Tunangan! Tolong” panggil Sultan. Hana menahan tawanya, ia tahu bahwa Sultan sengaja berteriak seperti itu. Beginilah, secuil cerita, yang diambil dari chapter 1 novel Duplicate, salah satu karya terbaru dari Luluk HF. Cuilan cerita novel Duplicate, ditulis oleh Luluk di akun blog pribadinya, hyolulukwordpress.
Dia adalah novelis muda yang juga mahasiswi jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang. Novel Duplicate sendiri, hanyalah satu dari tiga rencana novel yang sudah dikontrak oleh penerbit untuk dicetak dan diterbitkan dalam kurun waktu 2019-2020.
“Ada tiga novel, yaitu Duplicate, Dongeng Sebelum Tidur dan Gardenia. Ketiga cerita ini, alhamdulilah sudah tanda tangan kontrak dengan penerbit, dan insyaallah akan diterbitkan tahun ini dan tahun depan (2020),” kata Luluk kepada Malang Post, saat bercerita soal karya novel terbarunya.
Novelis 23 tahun yang juga berdomisili di Tlogomas Dinoyo tersebut mengatakan bahwa dia sedang berproses untuk mengerjakan dua novel Duplicate dan Dongeng Sebelum Tidur. Tapi, di antara kesibukan menulisnya, Luluk juga sedang terlibat dalam proses screen play atau penulisan skenario film Mariposa.
Film ini, diadaptasi dari karya novel Luluk dengan judul yang sama, dan diterbitkan oleh Coconut Books. Wanita muda dengan nama lahir Hidayatul Fajriyah tersebut juga  acapkali mengisi undangan acara-acara kepenulisan, untuk membagikan cerita dan tips dalam mengerjakan novel.
Sebelum Mariposa, karya Luluk berjudul El, juga telah diadaptasi ke film. Novelis yang besar di Wattpad sebelum akhirnya menapaki karir di dunia print novel tersebut mengatakan, inspirasi terbesarnya dalam menghasilkan novel yang laris dan digemari adalah film serta drama tontonannya.
“Inspirasi biasanya dari film atau tontonan drama. Tapi, garis besar cerita, misalnya Mariposa, benar-benar saya buat atau kreasi sendiri,” ujar putri dari Zainal Abidin dan Maria Ulfah itu. Sebagai novelis cetak, Luluk mengatakan inspirasi itu tetap dipengaruhi nilai dan moral yang dipegang teguh seorang novelis.
Dialog dan interaksi karakter di dalam novel Luluk, berpegang pada pesan yang ingin dia sampaikan kepada pembacanya. Menurut Luluk, novelnya bisa menyebar pesan soal kebahagiaan pribadi seorang manusia dan motivasi untuk tidak takut gagal dan selalu bangkit usai jatuh.
“Jadi manusia bermanfaat untuk orang banyak, kalau kamu mengalami kegagalan jangan pernah takut dan harus tetap tersenyum sekali jatuh harus tetap bangkit karena jika kamu gagal berarti jatah gagal kamu semakin berkurang dan kamu semakin dekat dengan kesuksesan kamu,” kata Luluk, menjelaskan pesan tersirat maupun tersurat di dalam novelnya.
Secara eksplisit, Luluk juga menjunjung nilai berbakti pada orang tua, yaitu ayah ibu, serta menyayangi keluarga. Nilai-nilai yang disampaikan Luluk di dalam novelnya, ditanggapi positif pembacanya, sehingga dia besar menjadi seorang novelis dengan karya yang dibaca hingga 24 juta kali di Wattpad.
Setelah menjalani profesi ini, Luluk mendapatkan banyak pengalaman. Pemilik akun Instagram @luluk_hf ini mengaku lebih bisa mandiri. “Saya juga semakin banyak pengalaman di dunia kepenulisan, pengalaman bertemu berbagai macam orang, misalnya penerbit dan PH film. Serta, belajar lebih banyak lagi soal penulisan itu sendiri,” tambahnya.
Namun, bagi orang-orang muda yang bercita-cita menjadi novelis, Luluk menceritakan tentang pengalamannya yang berat. “Misalnya dikejar deadline novel yang sedikit molor, pro kontra pembaca tentang cerita saya, bahkan pernah ada demo pembaca yang ingin cerita karya saya berlanjut. Tapi, karena nulis adalah hobi yang menyenangkan, jadi saya menjalani dengan senang,” tutup Luluk.(fin)

Berita Lainnya :