Media Pemandu Perubahan


Media cetak telah menjadi sumber informasi dan pengetahuan selama ratusan tahun. Ia telah menjadi penopang perubahan dan peradaban. Negara maju dan berkembang terus menjalankan pemerintahan dan pembangunan dengan pendukung media cetak.
Demikian pula, warga negara mengonsumsi informasi dengan basis media cetak tersebut. Namun, zaman terus berubah dan teknologi atau inovasi terus diproduksi.
Media cetak mesti berkompetisi dengan media digital (online) yang bisa datang dan diakses kapan pun. Kejadian di pelosok dunia manapun segera dapat diwartakan dan dikunyah oleh seluruh warga dunia. Di sinilah media cetak memperoleh tantangan yang nyata.
Ajaibnya, model bisnis baru informasi tersebut tak mampu melantakkan media cetak, meski harus diakui banyak pula media cetak yang gulung tikar. Saat ini terjadi kolaborasi antara media cetak dan digital dalam skema yang sinergis.
Inilah yang dilakukan Malang Post. Dengan berinovasi menjajal dunia daring dalam memberikan informasi demi informasi yang dihasilkan.
Hal ini menjadi sebuah kekuatan baru media cetak. Apa yang dilakukan Malang Post sudah berada di jalur yang sebagaimana mestinya. Ini pun akan menjadi masyarakat pembaca tidak akan berhenti membaca.
Masyarakat juga masih menggemari membaca dengan membawa koran atau majalah secara fisik, bukan sekadar menatap di layar sentuh telepon genggam. Jadi, kata kunci untuk menjamin daya tahan dalam abad disrupsi ini adalah kolaborasi.
Saya yakin Malang Post juga bisa membaca dengan baik peta perubahan ini: sekarang maupun yang akan datang.
Selamat ulang tahun, Malang Post. Semoga terus memandu perubahan dan peradaban melalui produksi informasi dan pengetahuan, khususnya bagi warga Malang. (*/ica/ary)