Melukis Diiringi Rock Klasik


MEMIMPIN perusahaan dengan 150 ribu pelanggan butuh fokus dan energi besar. Apalagi harus mengurai benang kusut polemik sumber air. Agar tak jadi beban,  Dirut PDAM Kota Malang, M Nor Muhlas, S.Pd, M.Si punya strategi. Bagai air mengalir, ia mengisi waktu senggang dengan melukis. Apalagi diiringi genre musik kesukaannya, rock classic dan jazz fusion.
Hari-hari Muhlas nyaris habis dengan urusan manajemen perusahaan hingga memastikan pasokan air ke pelanggan tetap stabil. Belum lagi ditambah pekerjaan rumah atasi ribetnya polemik kepemilikan sumber air.
Apalagi sebagai dirut baru di perusahaan milik Pemkot Malang itu, Muhlas sudah diserahi sejumlah tantangan. Di antaranya inovasi, kualitas pelayanan meningkat, target pendapatan naik namun tak bebani pelanggan.
Semua tantangan baru itu dihadapi dengan gembira. Itu karena Muhlas mengisi waktu senggangnya dengan tetap menyalurkan hobi tanpa menyita waktu kerja. Salah satu yang dilakukan pria kelahiran tahun 1970 ini yakni melukis sambil mendengarkan musik favoritnya.
"Saya dari dulu suka melukis,” ungkap Muhlas kepada Malang Post. Dia bakal  lincah memainkan kuas di kanvas. Apalagi objek melukis yang paling digemarinya adalah pemandangan alam.
Alumnus SMAN 1 Tumpang ini mengatakan,  inspirasi melukis kerap datang dan pergi. Sesuai mood. Jika sedang mood melukis dan terinspirasi,  ia langsung melakukan hobi sejak kecil itu.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Malang ini menceritakan pernah mengambil landscape Pantai Balekambang sebagai objek lukisan. Lukisan indahnya pemandangan Balekambang itu kini dipajangnya di ruang kantornya sekarang. 
"Sudah ada 15 lukisan yang saya buat. Tidak banyak sih, tapi ya saya suka melukis," jelas pria yang mengidolakan pelukis aliran surealis asal Spanyol Salvador Dali ini.
Muhlas menyampaikan pula dirinya sangat menyukai hal-hal berbau seni. Inilah mengapa dirinya juga diamanahi kepercayaan sebagai Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Malang.
Menurutnya melihat karya-karya seni dapat membuka pikiran lebih terbuka dan luas. Serta membawa kesenangan tersendiri. Sehingga penat dan lelah dapat hilang sekejap.
Karya seni lainnya yang ia gemari adalah musik. "Kalau kerja, kadang di ruang kantor atau di mobil mau dinas kemana harus ada musik," kata alumnus S2 Manajemen Publik Tahun 2007 Universitas Merdeka Malang ini.
Meski begitu dia memiliki selera musik sendiri. Paling favorit adalah genre Rock Klasik. Beberapa nama musisi yang karyanya terus didengarkan di sela kesibukan kerja Muhlas di antaranya adalah Queen, Pink Floyd, Genesis, Rush dan Kansas. Selain itu  Led Zeppelin, Deep Purple dan banyak lainnya.
Tidak hanya genre ini, Muhlas juga menyukai genre yang agaknya kurang populer. Yakni Jazz Fushion. Dikatakannya Jazz Fusion adalah genre musik yang menggabungkan jazz dengan elemen dari berbagai genre musik terutama funk, rock, R&B, ska, electronic dan world music. "Saya suka Casiopea. Kalau Indonesia yang saya suka Krakatau dan Karimata," ujarnya.
Alumnus IKIP Negeri Malang ini juga merupakan kolektor kaset klasik. Sudah sekitar 5.000 an kaset musik dan CD album penyanyi dan musisi-musisi yang ia koleksi sejak dulu hingga sekarang. Semua karena ia sangat menyukasi musik.
Saat ini terdapat album musik yang sedang ia cari namun sulit didapat. Yakni Album ‘Cermin’ karya God Bless. Muhlas mengaku dulu memiliki album ini tapi sudah hilang entah kemana.
Pria yang pernah menjabat Ketua DPD KNPI Kabupaten Malang ini sempat mencari album dan kaset-kaset musik yang ia inginkan hingga luar kota. "Bandung, Jakarta. Nyari ke sana. Tapi kadang banyak teman juga yang saya mintakan cari," tandasnya.
Hingga kini kegiatan melukis memang tidak sesering dahulu ia lakukan. Akan tetapi mendengarkan musik setiap hari ia lakukan untuk menghilangkan penat di sela kerjaan. Inilah cara Muhlas merefreshkan pikiran di sela rutinitas pekerjannya sebagai Dirut PDAM Kota Malang. (ica/van)