Punya Solusi Cerdas di Diskusi Jumat


TERUS menjadi katalisator dan inovator. Hal inilah yang diharapkan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji kepada Malang Post pada ulang tahun ke 21. Bagi Sutiaji, selama ini Malang Post selalu menjadi pihak yang menggerakkan dan juga menciptakan ide baru.
“Terima kasih Malang Post. Inovasi-inovasinya membantu Pemkot Malang untuk dapat berkembang menuju lebih baik,” ungkapnya.
Salah satu peran penting Malang Post, kata Sutiaji, menggelar diskusi rutin setiap Jumat. Isu dan tema yang diangkat dalam diskusi menghasilkan pemikiran sekaligus solusi cerdas. Apalagi diberitakan sehingga diketahui secara luas.
Tema-tema seperti kebijakan pembentukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tunas, sumber air Wendit, hingga kemacetan didiskusikan begitu komprehensif. Memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat permasalahan dari segala sisi.
“Ini salah satu wujud dukungan media bagi perkembangan Kota Malang menuju Smart City,” ungkapnya.
Menurut Sutiaji, produk jurnalistik yang dihasilkan Malang Post membantu masyarakat Kota Malang menjadi masyarakat cerdas. Masyarakat yang “smart” lanjutnya akan membantu pemerintahannya menjadi smart pula.
Ia  memberikan apresiasi pada konten-konten Malang Post yang tiap tahun semakin inovatif mengikuti zaman bukan tertelan zaman. “Ya layoutnya, tampilannya, rubrik-rubriknya ramah bagi milenial juga bagi yang expired (kedaluarsa),” canda wali kota yang gemar bermain badminton ini.
Inovasi seperti itulah yang akan membuat media cetak selalu mendapatkan tempat di hati pembacanya. Inovasi menurutnya,  kunci utama sesuatu tetap ada dan berkembang melalui segala tantangan.
Hal inilah yang juga dilakukan Pemkot Malang kedepan. Media yang berkembang akan membuat pemerintahan berkembang pula. “Jangan pernah berhenti menjadi katalisator dan inovator. Sinergi media dan pemda harus tetap berjalan. Tetap beri masukan kepada pemerintah melalui kritik dan solusi yang berimbang dan membangun,” harapnya.
Ia  mengucapkan selamat kepada keluarga besar Malang Post. Mencapai usia 21 tahun menjadi bukti nyata perjuangan insan pers di Kota Malang semakin kuat dan kain  berinovasi. (ica/van)