Rumah Galeri Perabotan Zaman Belanda

Yayuk mengakui,  untuk barang sejenis rak lemari kuno peninggalan Belanda, ia rela mengais kocek belasan juta rupiah. Selain karena hobi, barang-barang kuno jenis perabot rumah ini, membuatnya betah di rumah.  "Senang melihatnya,  tidak merasa bosan,"  kata dia.  
"Kalau barang-barang modern memang lebih bagus.  Tapi cepat bosan,  kalau barang kuno semacam ini dilihat setiap hari pun saya tidak pernah bosan," sambungnya.  
Dosen Prodi Sistem Informasi di STMIK pradnya Paramita ini menambahkan, sampai saat ini tidak ada niat untuk menjual satu pun dari barang kuno yang dimilikinya. Bahkan ia masih berhasrat untuk menambah koleksinya . "Saya belum ada niat untuk menjual, meskipun ada yang menawar untuk membeli," ujarnya.
Mengoleksi barang-barang antik,  bukan berarti tidak ada sisi yang tidak menyenangkan. Menurut Yayuk, tidak jarang ia harus pulang dengan tangan hampa karena barang ditawarnya tidak sesuai dengan kenyataan. "Saat ditawarkan melalui foto kelihatannya bagus.  Tapi ketika didatangi ternyata tidak sesuai.  Padahal saya sudah datang jauh-jauh dari Malang," katanya.
Kendati demikian, wanita yang juga menjalankan bisnis kos-kosan ini tidak pernah kapok. Sebab ia merasa ada kepuasan tersendiri saat mendapatkan barang yang diinginkan. "Ya namanya hobi semua dijalankan saja dengan senang hati," imbuhnya.  
Bahkan ia berencana ingin membuat rumah galeri khusus diisi barang-barang antik.  Keinginan itu muncul, lantaran rumahnya tidak cukup luas untuk menampung barang koleksinya yang kian bertambah. (imm/van)

Berita Lainnya :