Sempat Jatuh Bangun, Fokus Bisnis Konstruksi


MALANG - Tekun, fokus, niat dan pasrah. Empat kata tersebut menjadi kunci kesuksesan bagi Yudha Rachman Winarto, ST. MT, sukses dalam berbisnis di bidang konstruksi. Sempat mengalami jatuh bangun, akhirnya CV Tiga Pilar bertahan sampai 16 tahun dan siap mengembangkan anak usaha di bidang konsultan digital dalam waktu dekat ini.
Yudha pun menargetkan bisnisnya kian besar karena usaha konstruksi tidak akan pernah kehabisan lahan untuk bisa dikerjakan. Yudha secara resmi memiliki CV Tiga Pilar sejak tahun 2002. Itu pun setelah beberapa tahun sebelumnya, sejak masa kuliah, dirinya kerap menerima pekerjaan part time, untuk menghitungkan maupun menggambar proyek sebuah pembangunan.
"Saya kuliah di bidang Teknik Sipil. Sejak kuliah saya sudah sering menerima job untuk menghitung atau menggambar dari senior yang sudah bekerja. Akhirnya selesai S1 sambil meneruskan S2 saya sudah memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri dengan nama CV. Tiga Pilar," ujar Yudha mengawali cerita.
Ia mengingat, proyek pertama yang digarap CV Tiga Pilar, yakni rumah tinggal dua lantai di Kota Malang. "Secara teori memang saya sudah dapat di kampus, tetapi banyak hal di lapangan yg belum pernah melakukan sendiri. Akhirnya, waktu itu untuk solusi terbaik saya mempekerjakan karyawan yang berpengalaman. Tetapi kontrol tetap di saya berdasar ilmu yang saya punya. Teknik lapangannya tanpa beliau tahu sebenarnya sambil saya pelajari," jelasnya.
Wakil Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Malang itu mengatakan, dirinya memiliki tekad kuat karena sesuai dengan bidang dan keahlian. Usaha itu menjadi lahan pekerjaan baginya, sehingga saat lulus kuliah, dia tidak khawatir dengan masa depannya.
"Orang tua sempat minta saya jadi PNS saja. Tetapi, akhirnya setuju karena ada niat dan saya telah tekun menjalani dari masa kuliah," beber dia kepada Malang Post.
Terbukti, dia bisa bertahan hingga kini. Padahal, tantangan diakuinya juga sangat berat. Sempat beberapa kali gagal karena salah perhitungan, dia bangkit lagi. Dia mengingat kata-kata bijak dari Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN.
"Saya ingat kata-katanya, kalau belum pernah jatuh dan bangkit lagi, itu belum jadi pengusaha. Selain itu, kegagalan saya adalah sering lemah dalam penagihan pembayaran dari klien. Kuat dari Pak Dahlan, harus berani menagih pembayaran. Jika gagal, ya pasrah dengan usaha maksimal. Jadi, ada dua hal itu kiat yang menancap dalam diri saya," terangnya.
Padahal, dia tidak memungkiri, persaingan bisnis konstruksi di Malang sangat ketat. Banyak perusahaan lain dengan proyek yang besar sebagai kompetitor. Namun, dia memiliki trik, selain membidik proyek pemerintahan yang banyak dilakukan melalui tender  usahanya menyasar pihak swasta.
"Perlahan saya kenalkan pada masyarakat usaha saya. Modalnya, ketekunan saya menerima pekerjaan-pekerjaan kecil mulai perbaikan kran, kunci rumah yang rusak, hingga akhirnya meningkat sampai membangun gedung 6 lantai. Intinya menjaga kepercayaan pelanggan dan tidak berbohong.  Jadi kami berikan sesuai spesifikasi yang disepakati karena range kualitas usaha bangunan memang lebar," urai sulung dari tiga bersaudara itu.
Dalam ketekunan, ia pun fokus pada bisnisnya. Dia menganggap jasa konstruksi sangat menjanjikan, karena menyangkut kebutuhan dasar hidup manusia.
"Seiring meningkatnya pengembangan teknologi konstruksi yang sangat memberikan warna pada aplikasi di lapangan.  Yang jelas kompetitor memang banyak.  Tetapi, kiatnya sesuai hastag kami, 'for every design you need'. Jadi kami bisa untuk apapun yang customer inginkan. Itu sebagai simbol pelayanan terbaik dan tentu saja tekun dan kontinue itu resep utama," tambah dia.
Sembari terus berusaha, pria yang tinggal di kawasan Jalan Belakang Rumah Sakit Kota Malang itu mengambil pekerjaan mengajar. Dia menjadi dosen di STTM Kota Malang. Menurutnya, menjadi dosen bisa menjadi kesempatan baginya selalu update perkembangan teknologi di pekerjaannya. Hal tersebut, diakuinya pula bisa meningkatkan daya saing perusahaan.
"Kalau usaha, saya tengah menyiapkan anak usaha di bidang konsultan. Nanti melalui web, bisa berkonsultasi tentang konstruksi yang saya kembangkan melalui Tiga Pilar Jaya Persada," pungkas alumnus Universitas Brawijaya tersebut. (ley/adv/aim)

Berita Lainnya :