Siarkan Album Baru di Youtube


Siapa yang tidak kenal dengan musisi kawakan Ian Antono. Musisi kelahiran Malang ini kerap menciptakan lagu hits yang dibawakan oleh God Bless. Pria yang memiliki nama asli Jusuf Antono Djojo ini, akan mengerjakan sebuah project live recording melalui Youtube.
Kepada Malang Post, Ian mengaku sedang melakukan persiapan untuk melakukan rekaman tersebut. “Dari lagu-lagu hits kami, akan dibuat versi akustik, dari yang dulunya versi keras (rock) semua,” terang dia.
Lagu-lagu tersebut di antaranya adalah Kehidupan, Rumah Kita, Semut Hitam hingga Huma di Atas Bukit. Nantinya, proses rekamannya akan disiarkan secara langsung di Youtube dengan durasi kurang lebih 45 menit.
“Nanti juga akan dilakukan recording. Kami memainkan delapan lagu dan langsung disiarkan. Seperti medley. Rencananya bulan Agustus nanti, namun tanggalnya masih belum pasti,” jelas pria yang saat ini berusia 68 tahun itu.
Sampai saat ini, Ian mengaku masih aktif di dunia musik dan aktif manggung off air dengan band legendarisnya itu.
“Masih aktif, tanggal 27 Juli ini  kami ke Boyolali. Saya diminta menjadi juri festival musik dan God Bless menjadi bintang tamunya,” kata dia.
Selain itu, God Bless juga masih sering manggung di berbagai kota-kota besar di Indonesia. Selama satu bulan, bisa sampai empat kali manggung.
“Kami hanya ngambil job untuk Sabtu-Minggu saja. Sebab, drummer kami masih bekerja,” jelas Ian.
Bahkan, rencananya, pada awal bulan Agustus mendatang, God Bless akan menyapa penggemarnya di Kota Malang. “Rencananya, kami diminta mengisi sebuah event wedding. Mudah-mudahan bisa ketemu dengan penggemar yang ada di Malang,” papar dia.
Tak hanya manggung di berbagai tempat, God Bless juga tidak berhenti berkarya dan terus menciptakan lagu baru. Menurut Ian, setiap personel God Bless diminta untuk menciptakan lagu. “Saya juga lagi bikin lagu. Cuma baru dasarnya saja. Masih belum tahu ini mau bikin soal apa,” ujar dia lantas tertawa.
Ia sendiri mengaku, dalam membuat sebuah lagu mendapatkan inspirasi dari banyak hal dan tidak membutuhkan waktu lama.
“Tergantung, kalau lagi muncul idenya, ya bisa satu jam (bikin lagu). Kadang malah juga dicari-cari (idenya) malah nggak muncul,” aku dia terkekeh.
Meski demikian, Ian memiliki tips tersendiri untuk membuat lagu. “Bikin sesederhana mungkin. Bikin lagu cepet itu yang paling laku. Kalau rumit, malah sulit didengar dan akhirnya nggak laku,” papar dia.
Lebih lanjut, Ian mengaku, selama ini banyak musisi muda yang sering datang ke rumahnya untuk sharing dan belajar banyak tentang musik. “Rata-rata mereka datang ke rumah saya dan ngobrol langsung. Kepada para musisi muda, jangan menyerah dan kecil hati. Berkarya aja terus, nanti pasti ada yang diterima oleh masyarakat,” jelas dia.
Apalagi, ke depan, para musisi muda lebih mudah diterima dan masuk di dunia musik Indonesia. Lantaran, akan ada aturan khusus yang mengatur soal legalitas. “Mudah-mudahan, aturan tersebut segera disahkan, Bakalan bagus buat musisi muda utuk dua atau tiga tahun ke depan,” tandas dia.(tea/ary)