Urus Ternak lalu Mancal ke Kantor


Tugas dirut tak ringan. Tanggungjawabnya besar pula. Mulai realisasi target, program, peningkatan SDM pegawai, pelayanan, hingga kesejahteraan karyawan dan layanan konsumen. Karena itulah harus ada penyeimbang padatnya pekerjaan dan pikiran yang terkuras.
Dirut Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto Kota Batu, Edi Sunaidi punya trik atasi penat. Ia memilih salurkan  hobi. Yakni gowes, silat, menyanyi, koleksi ikan koi, arwana hingga memelihara burung perkutut. Terbaru pelihara ayam petelor.
Sokek, sapaan akrab Edi Sunaidi  menjabat Dirut Perumdam Among Tirto sejak 4 Januari 2016. Dari berbagai kesibukan, dia tak mau memiliki pola hidup buruk. Yang ia artikan hanya duduk di meja kerja. Karena itu hampir dua kali dalam seminggu,  dia menggelar aktivitas gowes. Baik saat libur maupun berangkat kerja.
"Untuk jaga kondisi fisik tiap Minggu dan Jumat saat berangkat kantor gowes. Kalau hari Minggu bersama komunitas di Batu. Sedangkan kalau sempat, Jumat saat berangkat kerja juga gowes,” papar Sokek kepada Malang Post.
Beberapa rute gowes  di antaranya Jalibar Batu, Pujon dan Selecta. Selain itu ke luar daerah jika ada undangan.
Alumnus Teknik Mesin Unisma ini juga memiliki hobi memelihara binatang. Yakni burung perkutut yang ia rawat sudah lima tahun lebih. Serta Ikan Koi sekitar 40 ekor dan Ikan Arwana.
"Nah kalau untuk pelihara burung perkutut bisa menenangkan. Terutama saat hari libur berada di rumah sambil minum kopi dan ngudut dengerin vokalnya," beber pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua 1 Pemuda Pancasila Kota Batu ini.
Begitu juga dengan memelihara ikan. Wakil Ketua Asosiasi Persatuan Perusahaan Air Minum (Perpamsi) PDAM Jatim Bidang Diklat ini merasa bahagia memberi makan ikan selepas pulang kerja.
Terbaru, pria kelahiran Batu, 4 April 1973 ini ternak ayam petelor. Dirintis sejak awal tahun 2019. Ia menjelaskan, ayam petelor yang ia miliki saat ini sebanyak 300 ekor. Setiap harinya telor yang dihasilkan mencapai 19 Kg. Dalam sepuluh hari, ia bisa mendapatkan omzet Rp 3,6 juta dari telor tersebut.
Meski hasil yang didapat tak besar, Sokek mengaku senang. Bahkan setiap hari ia menyempatkan untuk untuk cek kandang dan memberi makan. "Karena dilakukan dengan senang jadi buat saya bangun lebih pagi. Sehingga sebelum apel pagi kasih makan ayam dulu," pungkasnya. (eri/van)