Sensasi Nginap di Rumah Warga


SUDAH 11 tahun pasangan suami istri (pasutri) Nurul Hidajati dan Robi Sugianto Tedjakusuma traveling ke luar negeri. Mereka memilih ala backpacker ke 35 negara sejak tahun 2008. Sekali jalan bisa menghabiskan waktu selama sebulan lebih di luar negeri. Sudah merasakan menginap mulai dari hotel, hostel, apartemen hingga camping. Bahkan di rumah warga sekalipun.
Nurul Hidajati dan Robi Sugianto Tedjakusuma punya hobi yang sama. Menjelajah dunia berdua."Kami melakukan dan mengatur perjalanan sendiri, tanpa ikut tour. Jadi bisa lebih bebas menentukan transportasi, penginapan dan lainnya" kata Nurul.

Bermodal Ransel ke 46 Negara


DENGAN tas ransel alias backpack, Andreas Prayoga menjelajah 46 negara sejak tahun 2004. Tiga tahun kemudian,  Andreas diserang struk  hingga membuatnya sulit berbicara. Tapi itu bukan hambatan lantaran sampai sekarang masih backpacker.
“Saya suka backpacker. Sampai saat ini sudah 46 negara yang saya kunjungi. Paling jauh ke Alaska, US,” ungkap Andreas.
Warga perumahan Springhill Sawojajar ini awalnya tak punya alasan khusus mengapa memilih plesir dengan cara backpacker. Hanya saja Andreas merasa tertantang dengan ide berkeliling dunia tapi tak ribet. Sudah begitu, lebih santai karena membawa backpack.

Pasutri Berpengalaman Operasi Kemanusiaan


PASANGAN suami istri (pasutri) Amirul Yasin dan Nenti Wiasih sudah lebih dari 30 tahun mengabdi untuk sesama melalui Palang Merah Indonesia (PMI). Tsunami Aceh, erupsi Gunung Merapi, Kelud, Sinabung, gempa Lombok dan Sulteng pernah menjadi medan operasi kemanusian mereka.  
Cerita tentang penanganan korban tsunami Aceh tahun 2004 tak terlupakan oleh Amirul Yasin. Kala itu, Yasin bertugas sebagai  relawan di Aceh. Ia tak hanya kerja keras untuk menuju lokasi yang harus dilalui dengan berjalan kaki sekitar 20 kilometer. Tapi harus menerima risiko dengan ancaman gerakan separatisme.

Berita Lainnya :