Asyiknya Vulcano Tracking Merapi


Mendengar kata Gunung Merapi, siapa pun pasti akan mengingat tahun 2010 lalu. Dimana gunung teraktif di dunia ini meletus sangat dahsyat, dan mengakibatkan banyak orang meninggal dunia, dan tak sedikit warga harus kehilangan tempat tinggalnya. Namun kini, kengerian dan suasana mencekam itu seketika sirna, saat kedua kaki telah menapak di area lereng gunung dengan ketinggian 2930 Mdpl tersebut.  
Itu karena pemandangan di seputar wilayah gunung ini menawarkan keindahan yang luar biasa memesona. Gagahnya Gunung Merapi akan tampak jelas. Apalagi saat pagi  hari dan  langit  sangat cerah, maka wisatawan dapat melihat setiap lekuk gunung, hingga puncaknya dengan sangat jelas dan dekat.
Lereng gunung Merapi sebetulnya tak terlalu jauh dari pusat kota Jogjakarta. Jaraknya hanya sekitat 35 kilometer untuk menuju ke sana. Tapi sayang, meskipun relatif dekat, tak banyak kendaraan umum, yang melintasi di wilayah tersebut. Sehingga jika wisatawan ingin menikmati keindahan gunung, mereka pun harus menyewa kendaraan.
"Semua kendaraan yang dibawa wisatawan harus parkir di kawasan parkir yang sudah disediakan pengelola. Mereka dilarang membawa kendaraannya, masuk ke area destinasi  wisata," kata Sumarga Nurtantyo, Redaktur Halaman Kabupaten Malang Post yang awal pekan lalu melakukan wisata ke Lereng Gunung Merapi.
Kendati kendaraan tak diperbolehkann masuk area, wisatawan tak perlu khawatir. Karena di tempat yang saat ini dikenal sebagai vulcano tracking, ini wisatawan langsung disambut oleh kelompok warga dengan mobil Jeep bodi terbuka, yang siap mengantarkan wisatawan, keliling ke tempat-tempat wisata yang adan di sekitar Gunung Merapi. "Dari titik parkir sampai lapangan, jaraknya hanya 30 meter saja. Nggak jauh kok," urainya.
Ada tiga paket tour wisata yang ditawarkan pengelola mobil Jeep kepada wisatawan. Yaitu paket A atau Short. Di paket ini, pengemudi Jeep akan mengantar wisatawan selama kurang lebih 1,5 jam ke tiga tempat wisata.Yaitu Bunker Kali Adem, Gelery Omah Sarsuadji, (rumah warga terkena letusan gunung merapi) dan Stonehenge Cangkringan (Watu Tumpuk). Menggunakan paket ini, satu mobil dikenakan tarif Rp 350 ribu.

Berita Lainnya :