Bukit Budug Asu, Destinasi Baru Wisata

MALANG --  Tidak pernah salah, jika Malang disebut memiliki banyak ikon wisata alam yang tidak kalah dengan daerah lain. Selain pemandangan pantai yang banyak tersebar di Kabupaten Malang, pemandangan bukit atau gunung tidak kalah menariknya.
Salah satu yang hingga kini masih digarap sebagai destinasi wisata pilihan adalah bukit Budug Asu yang berada di wilayah BPKH Singosari. Bukan lokasi wisata kebanyakan, melainkan wisata yang jauh lebih keren.
Berdiri di atas ketinggian 1400 Mdpl, pesona alamnya tidak kalah menarik dengan puncak B29 Argosari, Lumajang ataupun puncak Batang di Jawa Barat. Pengunjung dapat melihat sunrise ataupun sunset dari puncak bukit yang dilengkapi dengan gubuk kayu bergambar hati.

Keberadaan Budug Asu ini sendiri, untuk mengisi kejenuhan para wisatawan terutama penyuka petualangan. 'Negeri di atas awan' itu terbentuk setelah melihat potensinya yang luar biasa. Pengunjungnya dapat merasakan nuansa offroad atau adventure untuk menuju puncak.
“Kalau tidak hujan, perjalanan dapat ditempuh hanya satu jam. Tapi sebaliknya kalau cuaca hujan, bisa mencapai dua jam. Tapi pengunjung malah suka kalau hujan karena merasakan tantangan offroad ketika melewati jalan penuh air,” kata Heru Soekarno, operator Ilalang Adventure.
Pengelola wisata ini mengaku merancang infrastruktur bersama KPH Malang, agar menjadi sebuah kawasan yang dapat dinikmati setiap wisatawan yang datang. Mulai base camp di kawasan Candi Sumberawan hingga motor trail dan jeep untuk menuju ke puncak Budug Asu.
Tiket masuk untuk menikmati jalur offroad, sangat murah. Trail dikenakan tarif Rp 10.000 per orang sedangkan jeep dikenakan tarif Rp 25.000 per orang. “Pengunjung yang tidak memiliki jeep atau trail bisa menyewa dengan harga murah,” kata Heru, sapaannya.
Puncak bukit Budug Asu sendiri, lanjut dia, disebut sebagai puncak yang sangat menawan. “Untuk mencapai puncak Budugasu adalah sebuah perjuangan,” ujarnya. Perjalanan wisata offroad melintasi pertanian, perkebunan, hutan pinus dan medan yang lebih menantang.
“Medan basah dikala hujan akan sangat seru. Ini yang dicari para petualang muda. Bagaimana menghadapi rintangan. Tentunya akan lebih menarik jika di kanan kiri ada pemandangan tanaman kopi dan lain lain,” tutupnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :