Bunker Kaliadem dan Galery Omah Sarsuadji


Bunker Kaliadem, menjadi salah satu tempat wisata yang dikunjung wisatawan, saat berkeliling di Vulcano Tracking. Bahkan, tempat  ini menjadi jujugan awal wisatawan, saat mengikuti  tour wisata dengam Jeep.
Di destinasi wisata ini, pemandangan indah dapat di lihat. Di atas jembatan Kali Adem, pemandangan gunung Merapi tampak jelas. Lantaran itulah, tempat ini kerap digunakan wisatawan untuk berfoto ria, dengan background Gunung Merapi.
Jika di atas suasana cukup menyenangkan, pemandangan indah, dengan udara yang sejuk, tapi tidak dengan bunker. Untuk masuk bunker, wisatawan harus lebih dulu menuruni tangga. Tidak banyak, tapi bagi yang tak terbiasa naik turun jembatan, menuju bunker pun akan cukup melelahkan.
Suasana pun sedikit mencekam, saat mulai masuk ke dalam bunker. Ya itu karena meskipun menjadi jujugan wisatawan tempat ini tak dilengkapi dengan penerangan. Satu-satunya pencahayaan adalah lampu senter HP.  Selain itu, di dalam bunker juga sangat lembab dan pengap.
Bunker ini, kata salah satu warga dibangun sejak zaman penjajahan. Dimana bunker ini menjadi tempat para pejuang kemerdekaan untuk berlindung.
Tapi demikian, bunker ini juga menjadi saksi bisu ganasnya lahar Gunung Merapi tahun 2010 lalu. Berjarak sangat dekat dari Puncak Merapi, lahar dari letusan gunung masuk hingga ke dalam. Bahkan akibat dari letusan gunung Merapi, dua orang yang ingin menyelamatkan diri dari lahar  tewas di dalam bunker.
Dengan mencekamnya suasana bungker, para pemandu wisata pun menyarankan kepada wisatawan untuk tidak masuk bunker seorang diri. Apalagi sebelumnya juga ada kejadian, seorang pengunjung tersesat saat masuk bunker seorang diri.