Digital Tourism, Trend Baru Berwisata

 
Era digital telah mengubah segalanya. Internet yang sudah menjangkau sebagian besar belahan bumi ini menjadikan jarak tidak masalah. Jarak yang jauh terasa dekat karena mudah untuk menjangkaunya. Digitalisasi itu saat ini juga merambah dunia wisata. Pesan tiket pesawat, KA, reservasi hotel dan destinasi wisata kini bisa diatur dengan mudah dari perangkat digital yang ada di genggaman tangan.
Objek wisata pun semakin beragam. Dalam pandangan lama, objek wisata itu pantai, gunung, candi peninggalan sejarah dan  arena permainan. Kini sudah berubah, objek wisata bukan hanya itu tapi objek wisata yang menarik untuk difoto dan kemudian dibagi (share) melalui media sosial.
Objek wisata yang menarik saat ini justru yang eye catching, yang bagus untuk difoto dan Instagramable. Siapa menduga kampung Jodipan dan Kesatrian di pinggir kali Brantas itu kini menjadi destinasi wisata yang menarik. 
Padahal dulunya kampung itu kumuh. Jangankan untuk datang, melirik pun tidak ada yang mau. Kini, dengan sentuhan kreatif, kampung itu menjadi perhatian banyak orang. Promosinya sangat masif. Bukan oleh Dinas Pariwisata atau Pemkot, tapi oleh tangan-tangan digital yang menyebarkan spot foto Kampung Warna-Warni itu ke seluruh dunia.
Kementrian Pariwisata kini gencar mengembangkan digital tourisme untuk menarik semakin banyak wisata berkunjung ke Indonesia. Wisata digital menjadi salah satu bagian untuk mengenalkan objek wisata secara cepat dan masif. Foto-foto objek wisata tersebar cepat melalui media berbasis internet.
Mereka yang melihat foto-foto itu kemudian tertarik untuk datang melihat langsung. Tentu bukan hanya objeknya yang menarik, tapi faktor lain juga sangat berperan. Digital Tourism yang kini dikembangkan pemerintah meliputi Telecomunication, Transportation dan Tourism.
Kreativitas pemilik objek wisata menjadi sangat penting untuk menjadikan objek yang Instagramable. Wisata lama mulai menambah spot baru agar menarik saat difoto. Begitu juga dengan objek baru, ditata sedemikian rupa agar menarik saat diunggah di media sosial.
Dalam sebuah foto terlihat sekelompok orang berfoto dengan latar belakang bunga Sakura dan Pagoda. Orang yang melihat pasti berasosiasi bahwa foto itu di Jepang. Ada juga foto dengan latar belakang bunga Tulip dan latar belakang kincir angin. Banyak yang menduga foto itu diambil di Belanda. Padahal foto itu diambil di Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman DIY. Lokasinya di lereng gunung Merapi atau Jalan Kaliurang Km 25.
Di objek wisata bernama The World Landmark Merapi Park itu berupa taman yang luas yang di atasnya terdapat replika bangunan yang terkenal di dunia. Seperti Menara Eifel di Paris, Menara Pisa di Italia, Patung Liberty, Kincir Angin, Telepon Umum khas Inggris, Piramida Mesir dan beberapa spot lain.
Kalau tidak untuk berfoto, sungguh objek wisata ini biasa saja, hanya berupa hamparan tanah lapang dengan beberapa Gazebo dan arena bermain anak-anak. Replika bangunan dari seluruh dunia itulah yang menjadi daya tariknya. (nun)

Berita Lainnya :