Empat Toko Masa Kolonial Masih Berkibar


BANGUNAN mall baru, gedung megah dan juga ruko menghiasi sejumlah ruas di Kota Malang. Diantara bangunan baru itu, masih ada sejumlah toko kuno yang masih berdiri hingga saat ini. Tak hanya sekadar berdiri, toko tersebut bahkan masih beroperasi dan diantaranya jadi tempat favorit.
Apotek Boldy, Mall Sarinah, Toko Oen, dan Toko Avia, adalah empat bangunan kuno yang masih sibuk hingga saat ini. Masing-masing memiliki sejarah yang berbeda dan cukup menarik sebagai bangunan heritage. Kasi Promosi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Agung H Bhuana berkesempatan menjelaskan sejarah ke empat toko kuno ini. Lembaran sejarah ini juga tertera dalam Buku Saku Malang Heritage Disbudpar Kota Malang.

Apotek Boldy Tertua
Apotek Boldy beralamat di Jalan Gatot Subroto No.31, Jodipan, Kota Malang. Agung menjelaskan apotek ini adalah termasuk tertua di Malang.
“Ya karena sudah ada pada masa kolonial Belanda,” jelas Agung Bhuana.
Desain bangunan Apotek Boldy masih mempertahankan keunikannya dengan arsitektur ciri khas pada masa kolonial Belanda yang masih melekat di Apotek ini. Meskipun banyak perkembangan, Desain Apotek yang bernuansa Modern di sekitar kawasan Petukangan ini masih mempertahankan ciri bangunan lawasnya.
Apotek ini juga ada dokter spesialis kandungan yang terkenal di kota Malang yang melayani pasien hingga lebih dari tengah malam. Tempat parkir di tepi Jalan Gatot Subroto, tidak sulit, karena banyak toko yang telah tutup pada malam hari. Sekaligus masyarakat juga bisa check-up dikandungan di tempat ini dengan pelayanan yang terbaik. Apotek ini buka setiap hari dengan jam operasional mulai jam 07.30 pagi hingga 21.30 malam, khusus hari minggu Apotek Boldy tutup.
Apotek ini menjadi warisan budaya warga kota Malang karena sudah dipercaya mulai zaman penjajahan Belanda.
“Banyak generasi muda belum tahu kalau Apotek ini termasuk tertua di kota Malang yang harus dihargai dan dilestarikan sebagai salah satu warisan budaya. Khususnya Apotek Boldy yang memiliki sebuah sejarah didalamnya,” jelas Agung.