Gurihnya Sate Rembiga Khas Lombok

 
KALAU datang ke Lombok, kurang lengkap kalau tidak mencicipi Sate Rembiga. Merupakan salah satu kuliner khas Lombok yang kenikmatan satenya sudah cukup tersohor. Hampir seluruh turis lokal maupun asing yang datang ke Lombok pasti menyempatkan diri untuk mencicipinya. 
Sebenarnya ada banyak penjual panganan ini di Lombok, tapi hanya beberapa yang namanya cukup dikenal. Sebagai daerah yang terkenal dengan ternak sapinya, julukan Bumi Sejuta Sapi pun disandang oleh Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sapi NTB memiliki ciri khas dan kelezatan yang unik dibanding ternak sapi di daerah lainnya. Rasa daging sapinya yang manis memberikan sensasi tersendiri untuk setiap masakan yang terbuat dari olahan daging sapi NTB. 
Konon kabarnya, sapi-sapi tersebut tidak diberi makan dari pakan pabrikan dan tidak dikandang, melainkan dibiarkan lepas bebas dan makan dari rumput di padang rumput. Sate Rembiga ini pun merupakan salah satu olahan dari daging sapi (sate sapi) khas NTB.
Sebelum dipanggang menjadi sate, daging sapi terlebih dahulu ditumbuk agar empuk, kemudian direndam dengan bumbu-bumbu hasil racikan dari cabe merah, terasi, bawang putih dan gula merah, selama dua jam dengan tujuan agar bumbu bisa meresap ke dalam daging sapi. 
Nah setelah itu, barulah daging sate ditusukkan ke kayu sate dan kemudian dibakar. Bumbu rendaman penting karena memberikan rasa yang utama pada daging. Saat dihidangkan, Sate Rembiga sudah tidak dilengkapi dengan bumbu apa pun.
Rasanya pedas dan manis di lidah. Tekstur dagingnya empuk dan ketiadaan bumbu tambahan di piring ternyata tidak menjadi kekurangan. Rasa daging sudah kuat tanpa bumbu. Sate Rembiga disajikan bersama lontong bulayak.
Yakni lontong dengan bungkus daun aren memutar ke atas sehingga di bagian ujung hampir lancip menyerupai kerucut. Sate Rembiga biasanya dinikmati bersama lontong bulayak itu. Sementara untuk harga yang dibanderol, rata-rata sebesar Rp 20.000. (kst/mar)

Berita Lainnya :