Jelajah Wisata “Afrika” Taman Nasional Baluran


Momen Hari Raya Idul Fitri banyak dimanfaatkan orang untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Selain untuk menjalin tali silaturahmi, kesempatan itu juga digunakan untuk berlibur bersama keluarga. Seperti yang dilakukan Aditya Catur Ginanjar bersama keluarga dan kedua sahabatnya, Achmad Muzakky dan Sella Rakhmadona yang warga Malang.
 Belum lama ini, ia menghabiskan waktu untuk berlibur ke Taman Nasional Baluran yang terletak di perbatasan Banyuwangi dan Situbondo selama kurang lebih dua hari satu malam. Selain ke Taman Nasional Baluran, mereka juga menyempatkan diri mampir ke Banyuwangi demi mencoba sajian kuliner khas Bumi Blambangan itu.
“Kami memutuskan untuk pergi ke Taman Nasional Baluran. Sebab ingin menikmati suasana sunset disana,” terang Aditya.
Ia menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam untuk menikmati padang savana. Selama perjalanan, ia tidak menemukan kendala yang berarti. “Jalannya bagus dan mulus. Perjalanan juga lancar tidak terhambat macet. Sebab, sudah mulai banyak orang yang sudah pulang ke daerahnya masing-masing,” terang ayah dari Alula Tavishasia Ramadhani ini.
Akses masuk menuju taman nasional tersebut juga tidak sulit. Sudah disediakan tempat parkir khusus. Tarif untuk tiket dan parkir kendaraan juga cukup terjangkau. “Kalau untuk wisatawan nusantara dan selama hari kerja, harga tiketnya Rp 16 ribu. Untuk hari libur Rp18.500. Sedangkan, untuk wisatwan asing dibanderol Rp 165 ribu pada hari kerja dan Rp 240 ribu saat hari libur,” papar dia.
Pria yang akrab disapa Anjar tersebut menguraikan, setelah mendapatkan tiket, Anjar dan kawan-kawan menuju kawasan Bekol untuk berfoto bersama. “Dalam perjalanan menuju Bekol, ada pemandangan indah, yakni hutan kering, hutan hijau sepanjang tahun dan semak. Oleh karena itu, kami juga menyempatkan untuk berfoto bersama,” papar dia.
Setelah puas berfoto bersama, ia langsung mendarat di kawasan Savana Bekol dan kembali berfoto. Menurutnya, hampir seluruh kawasanTaman Nasional Baluran memiliki pemandangan indah dan instagramable. Pemandangan yang eksotik seperti di bagian negara Afrika. “Setelah itu, kami langsung melanjutkan perjalanan ke mangrove. Dari Bekol menuju mangrove jalannya hanya satu jalur,” beber dia.
Untuk menuju Taman Nasional Baluran, sebaiknya menggunakan kendaraan khusus. “Kalau banyak orang, lebih baik menggunakan Jeep. Sensasi perjalanannya semakin seru,” papar dia.
Di sisi lain, lanjut Anjar, masih ada beberapa hewan, seperti rusa, kerbau dan ular. Sehingga, suasananya seperti di hutan Afrika. “Namun, kami tidak bisa berinteraksi dengan hewan tersebut, soalnya diberi jarak. Hewan-hewannya sangat dilindungi disini,” kata lulusan Ilmu Komunikasi Public Relation Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Setelah puas menjelajah padang savana, rombongan kemudian menuju Pantai Bama, sebuah hutan mangrove yang memiliki dermaga yang cantik. “Dari pintu masuk menuju mangrove, kami disuguhi beragam pemandangan, mulai dari tanaman yang meranggas, tanaman hijau, sabana dengan nuansa rerumputan kering dan kekuningan,” ungkap dia.
Anjar menyebut, Pantai Bama memiliki pemandangan yang cukup indah. Pantainya masih jernih dan hamparan pasirnya yang bersih. “Ada beberapa fasilitas yang disediakan, salah satunya diving dan juga pemandangan matahari terbit dan bawah laut yang menawan,” tandas Anjar.(tea/aim)