Menelusuri Sisa-sisa Jalur Trem dan Lori


MALANG – Jalur trem atau kereta api untuk perlintasan dalam kota, adalah batu loncatan bagi perubahan struktur masyarakat Kota Malang pada akhir 1800-an dan awal 1900-an. Kehadiran transportasi masal trem dalam kota, perlahan memperkenalkan gaya hidup masyarakat industrialis, yang berkembang di negara koloni jajahan Eropa, termasuk Indonesia.
Agung Buana, Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, sekaligus Kasi Promosi Disbudpar Kota Malang mengatakan, jalur trem membelah Kota Malang. “Jalur trem ini membelah Kota Malang, dari Blimbing hingga Pasar Comboran, melintangi Alun-Alun Merdeka, menuju Stasiun Kotalama, Gadang-Turen, serta ada yang menyebar ke Tumpang,” kata Agung kepada Malang Post mengawali cerita sejarahnya.
Jalur utama trem tercatat melintang antara Kotalama dan Blimbing. Berdasarkan data tentang sejarah Kota Malang dari berbagai sumber, jalur trem Kotalama-Blimbing dibangun pada 15 Februari 1903 dengan panjang 6 kilometer. Jejak-jejak jalur trem ini bisa terlihat di Jalan LA Sucipto.
Namun demikian, trem pada masa itu, tidak dibatasi daerah. Karena masih bernama karesidenan Malang, belum ada pembagian tiga daerah Malang Raya seperti sekarang. Sehingga, jalur trem dari Blimbing-Singosari, tercatat dibangun pada 27 April 1901 dengan panjang sekitar 6,3 kilometer.
Untuk jalur Blimbing-Tumpang, panjang jalur trem adalah 16,7 kilometer, dibangun bersamaan dengan jalur trem Blimbing-Singosari. Sedangkan, trem melewati jalur kereta api untuk mencapai tujuan Gondanglegi, Dampit hingga Kepanjen. “Jurusan Turen, Gadang dan Stasiun Kotalama juga dilewati trem,” tambahnya.
Trem pada era industrialisasi gula di Malang, semakin efektif sebagai transportasi masal begitu Malang dijadikan kotamadya pada 1914. Kekinian yang diwakili trem pada masa 1900-an, membuat penduduk pribumi terkagum-kagum. Sehingga, memunculkan stereotip bahwa penduduk Belanda lebih suka di rumah, sedangkan penduduk pribumi gemar menaiki trem. Trem yang digunakan pada era tersebut, digerakkan tenaga uap hasil pembakaran kayu bakar pohon jati.(fin/lim)

Berita Lainnya :