Menikmati Bantingan Jip di Medan Ekstrem


Malang Post, Wisata petualangan yang memacu adrenalin semakin digemari. Orang modern yang sibuk menjadikan sesuatu yang menegangkan sebagai hiburan. Permainan yang menyerempet bahaya justru malah digemari. Bagi sebagian orang berwisata dengan tenang, suasana sejuk damai, alam yang indah, semilir angin atau deburan ombak, sudah mulai ditinggalkan. Liburan dengan permainan yang membuat jantung berdegup lebih cepat kini semakin banyak digemari.
Salah satunya adalah petualangan mendaki gunung Merapi di Yogyakarta menggunakan jip. Dulu, tidak semua orang bisa mencapai kawasan yang lebih tinggi mendekati kawah. Wisata ke Merapi hanya sampai di gardu pandang di kawasan Kaliurang. Ada bangunan tinggi yang dibuat khusus agar pengunjung bisa menyaksikan puncak merapi. Itu pun hanya bisa dilakukan kalau cuaca cerah. Kalau mendung, tak ada yang bisa dipandang.
Letusan dahsyat tahun 2010 menjadikan perubahan besar di gunung yang paling aktif tersebut. Di antaranya adalah wafatnya Mbah Marijan, penjaga Merapi yang sangat fenomenal. Kala itu dia menolak pindah meskipun erupsi Merapi sudah mendekati rumahnya. Mbah Marijan wafat di rumahnya dalam keadaan tetap menjalankan tugasnya sebagai penjaga Merapi.
Petilasan Mbah Marijan di Kinahrejo kini menjadi salah satu destinasi tur jip atau dikenal dengan sebutan Lava Tur Merapi. Sebenarnya tur jip ini sudah dimulai tahun 2008, sebelum Wedus Gembel tahun 2010. Tapi waktu itu jumlahnya masih terbatas hanya para penyuka mobil off road dobel garden. Baru setelah letusan 2010 kawasan Merapi lebih terbuka berkat jip yang bisa menjelajah berbagai medan berat.
Sebelumnya, untuk bisa mencapai kawasan tertinggi yang boleh didaki ini pengunjung harus jalan kaki dan memarkir kendaraannya jauh di bawah. Tapi dengan adanya kendaraan tangguh segala medan itu, lokasi tertinggi yang terdapat bunker, tempat berlindung, bisa dikunjungi banyak orang. Kawasan bunker Kaliadem ini merupakan salah satu paket Lava Tur yang lokasinya paling tinggi. Jangan bayangkan ada jalan aspal, yang ada hanya jalan bebatuan dan tanah yang sulit dilewati mobil biasa.
Melewati jalan berbatu dan licin ini menjadi petualangan yang paling menegangkan dalam Lava Tur ini. Pengemudi jip memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi melewati bebatuan dan jalan yang berkelok. Tak ayal jalanan itu menjadi arena speed off road yang menegangkan. Pada hari libur, puluhan jip berbagai jenis berlomba adu cepat melewati medan sulit. Suara mesin yang menderu dan ban yang beradu dengan batu bercampur dengan jeritan histeris penumpangnya. Jangan berharap ada tumpangan yang nyaman, yang ada hanya guncangan dan bantingan keras dari jip yang melaju kencang.
Meskipun melewati jalan terjal berbatu dan berkelok, bagi pengemudi tidak ada istilah mengendurkan gas. Yang ada hanya tancap gas memacu mobil sekencang mungkin. “Karena itulah yang menjadi sensasi dari wisata di sini,” kata seorang pengemudi jip Willys usai mengantar pengunjung di kawasan Kali Adem.
Petualangan menegangkan itulah rupanya yang dicari para wisatawan. Umumnya mereka sudah tahu tentang petualangan tersebut, sehingga sudah terjadi seleksi sebelum berangkat. Para manula atau penderita penyakit tertentu, seperti jantung, sudah merasa tahu diri tidak ingin ikut tur yang memaksa jantung berdetak lebih kencang tersebut.
“Sebenarnya saya ingin ikut ingin lihat bekas letusan gunung Merapi, tapi kesehatan saya tidak memungkinkan, saya menunggu teman-teman di sini saja,”’ ujar Husni yang tengah menunggu di tempat mangkal jip di Kaliurang. (husnun n djuraid)

Berita Lainnya :