Menjelajah Batu Alien Sampai Petilasan Mbah Marijan


Malang Post, Lava Tur kini menjadi wisata andalan di Merapi. Pergi ke Merapi bukan sekadar melihat puncaknya dari gardu pandang, tapi sudah lebih dekat lagi di bunker Kaliadem. Inilah lokasi tertinggi yang bisa didatangi menggunakan jip. Para pengelola tur menawarkan paket yang disesuaikan dengan keinginan dan kemampuan wisatawan.
Paket termurah Rp 350 ribu menawarkan tur ke empat lokasi, Museum Merapi, Batu Alien, Bunker Kali Adem dan jelajah Sungai Kuning. Ada yang lebih mahal, Rp 400 ribu ditambah mampir ke eks rumah almarhum Mbah Marijan, penjaga Gunung Merapi yang tersohor itu. Para wisatawan dijamin tidak akan tertipu soal harga, karena semua pengelola tur ini menawarkan harga yang seragam. Tidak ada perang harga atau menjebak wisatawan dengan harga mencekik.
Di mana bisa mendapatkan layanan Lava Tur ini? Setelah melewati Jalan Kaliurang memasuki pintu gerbang kawasan wisata, sudah banyak pangkalan jip di pinggir jalan. Jumlahnya akan semakin banyak bila mendekati lokasi pendakian di kawasan Cangkringan. Di sepanjang jalan tampak jip berbagai jenis diparkir siap untuk disewa.
Setelah menyelesaikan pembayaran, langsung naik ke jip yang sudah siap dengan pengemudinya. Satu jip bisa memuat tiga sampai empat penumpang. Kalau satu jip membayar Rp 400 ribu misalnya, rasanya tidak mahal untuk bisa menikmati petualangan yang mendebarkan tersebut.
Rute pertama yang dituju adalah Museum Merapi yang berisi benda-benda milik warga yang bisa diselamatkan dari terjangan lahar Merapi. Di lokasi ini dulunya terdapat puluhan rumah yang akhirnya luluh lantak dilibas lahar panas. Di dalam bangunan yang dibiarkan rusak tersebut terdapat bangkai sepeda motor berbagai jenis, alat-alat rumah tangga, tabung Elpiji dan benda lain. Biasanya di lokasi ini tidak terlalu lama, hanya melihat-lihat dilanjutkan dengan berfoto.
Tujuan berikutnya adalah Batua Alian. Banyak yang menyebut Batu Alien. “Karena bentuknya seperti mahluk hidup, ada bentuk kepala dengan hidung dan mata,” kata Suswanto, salah seorang pengemudi jip.
Batu tersebut memang sangat besar, sebesar rumah tipe 56. Konon di bawah batu itu terdapat beberapa rumah yang dihantam lahar panas yang kemudian membeku menjadi batu raksasa. Di lokasi ini para pengunjung memanfaatkan untuk berfoto dengan latar belakang batu raksasa dan lembah sungai Kali Adem. Di lembah itu terdapat ratusan truk yang mengangkut pasir dari kawasan itu untuk dibawa ke berbagai kota.
Petualangan naik jip yang sebenarnya dimulai ketika meninggalkan Batu Alien menuju Bunker Kali Adem. Para pengemudi jip akan memacu kendaraan jadulnya dengan kecepatan tinggi. Bukan di jalan aspal, tapi jalan berbatu. Kalau di lokasi wisata yang lain banyak yang minta agar akses jalan diaspal agar mulus, justru di tempat ini malah dibiarkan rusak dengan batu besar berserakan.
Para pengemudi jip melibas jalanan kasar itu tanpa mengurangi gas. Satu saat jip miring ke kiri, pada saat lain miring ke kanan karena salah satu ban melewati batu yang besar. Meskipun jalanan tidak normal, jangan dikira para pengemudi mengurangi kecepatan, justru malah tancap gas. Teriakan histeris penumpang, terutama perempuan terdengar sepanjang jalan. Setelah setengah jam melalui rute yang menegangkan, akhirnya sampai ke Bunker Kali Adem.
Tempat ini dulunya adalah tempat berlindung bila terjadi semburan lahar dari puncak Merapi. Saat erupsi tahun 2004 ada relawan yang berlindung ke bunker bawah tanah itu, tapi malah tertimbun lahar dan akhirnya meninggal.
Rute terakhir bisa memilih petilasan Mbah Marijan atau menjelajah Kali Kuning. Di petilasan Mbah Marijan saat ini sudah dibangun beberapa bangunan semacam museum yang bercerita tentang erupsi 2010 yang menewaskan Mbah Marijan dan beberapa relawan. Selain bangunan berbentuk joglo, juga terdapat masjid yang cukup bagus. Pilihan ini relatif lebih tenang.
Tapi kalau memilih bertualang di Kali Kuning, maka harus siap berbasah-basah. Jip langsung terjun ke sungai yang dipenuhi pasir dan batu besar, selain air yang mengalir deras. Penumpang akan dibawa mengitari beberapa lokasi air dengan kecepatan tinggi. Percikan air yang sangat tinggi masuk ke dalam mobil dan membasahi pakaian penumpangnya. Meskipun pakaian basah kuyub, tapi tetap tertawa senang. (husnun n djuraid)

Berita Lainnya :