Mobil Perang Dunia II Tetap Ganas


Malang Post, SAAT hari libur, sekitar 700 jip hilir mudik di lereng Merapi. Ternyata tidak semua boleh membawa kendaraan gaek itu di medan yang ekstrem. Para pengemudi ini memiliki perkumpulan, salah satunya untuk memberi pelajaran bagaimana melewati jalur off road. Mereka juga tergabung dalam berbagai kelompok yang tersebar di berbagai lokasi sekitar Merapi.
Suswanto dari Yoes Adventure Club, sebelum beroperasi membawa wisatawan, para pengemudi itu dilatih dulu. Setelah mahir, baru dilepas untuk melewati jalur di lereng Merapi bersama penumpangnya. Saat ini terdapat 700 jip yang terdaftar dan 300 jip yang tidak terdaftar. Bagi pengemudi terdaftar, mereka berhak mendapat pelatihan dan bantuan bila terjadi masalah di tengah jalan. Sebagian besar anggota Yoes Adventure Club menggunakan Willys rilisan Perang Dunia II.
Berbagai jenis jip beroperasi di kawasan ini, tapi yang paling banyak adalah jenis Willys, jip legendaris asal AS. Jumlahnya paling banyak dibanding jenis yang lain. Menyusul berikutnya adalah Toyota Landcruiser, baik jenis hardtop maupun kanvas. Juga ada Land Rover, Daihatsu Taft dan Jimny yang mungil. Para pengelola Lava Tur menjamin kendaraannya aman dan pengemudi terampil.
Meskipun usia kendaraan sudah uzur, tapi kekuatan menanjang dan menaklukkan medan berat masih prima. Apa pasal? Ternyata sebagian besar mesin kendaraan itu sudah diganti dengan yang baru. Wlllys tahun 1959 yang saya tumpangi pertama ternyata bermesin Toyota Corona 1800 cc dan biasa mangkal di Jalan Kaliurang dekat warung Mbah Carik. Itulah sebabnya, mobil ini masih mampu melahap medan berbatu dan melewati tebing tegak lurus.
Jip kedua adalah Toyota Land Cruiser yang berpangkalan di Cangkringan. Secara bodi memang lebih besar dan mampu mengangkut penumpang lebih banyak, tapi manuvernya kalah dengan Willys yang lebih kecil. Kalau sudah pernah ikut tur ini, bisa memilih kendaraan, mau Willys yang antik tapi kencang, atau Toyota Land Cruiser yang gagah dan tangguh. Atau jenis lain seperti Taft, Land Rover atau Jimny Katana. Jenis ini tidak sebanyak Willys dan Toyota Land Cruiser.
Land Cruiser yang saya tumpangi sudah diganti dengan mesin disel Isuzu Panther. Sebagian  besar jip sudah mengalami modifikasi besar terutama pada mesin yang diganti dengan yang lebih baru. Meskipun demikian ada juga yang masih menggunakan mesin asli seperti Land Rover warna putih yang suaranya lebih halus. Tapi jangan tanya soal BBM, pasti sangat boros. “Meskipun sudah ganti mesin, konsumsi BBM tetap boros karena harus melewati medan yang berat,” kata Rudi, pengemudi dari Belantara Off Road. (husnun n djuraid)

Berita Lainnya :