Modal Nekat ke Karimunjawa

 
WISATA pantai dan kepulauan Indonesia masih menjadi idola. Hal ini tak ditampik oleh Debora Ayuningtyas, penghobi pelesir yang memanfaatkan liburannya menuju kepulauan Karimunjawa. Dia pergi bersama dua saudara kandungnya, Yosi dan Nuel. Yang menarik, mereka bermodalkan nekat untuk mendatangi tempat tersebut. 
“Kebetulan kita ke Pati, Jawa Tengah untuk berkunjung ke rumah bude,” tutur customer service Malang Town Square (Matos) ini. Dari sana, muncul ide untuk mendatangi Pulau Karimunjawa. 
“Dari Pati kita ke Pelabuhan Kartini di Jepara. Dari pelabuhan itu, nyebrang ke Karimunjawa,” kata Debora kepada Malang Post. Sesampainya di Pelabuhan Kartini, mereka harus mencari dan membeli tiket kapal untuk penyeberangan menuju Karimunjawa. 
Awal tahun 2017, cuaca di laut Jawa tidak begitu baik. Langit mendung dan berangin. Sehingga, mereka harus menunggu dan mencari info soal kapal yang bisa menyeberang walaupun cuaca buruk.
“Kita ngobrol sama orang jualan, ada kemungkinan kapal tidak berangkat karena cuaca buruk. Tapi kita tetap nekat menunggu kapal. Setelah tanya sana-sini, dapatlah tiket kapal Bahari Express. Harga tiket sekitar Rp 85.000,” sambung pemegang gelar sarjana komunikasi tersebut.
Menurut Debora, kapal Bahari Express ini termasuk kapal tercepat. Karena, harga untuk penyeberangannya termasuk mahal. Kapal tersebut bisa menempuh perjalanan dua jam untuk sampai di Karimunjawa. 
Memang, ada kapal besar yang lain dengan harga lebih murah tapi memakan waktu berjam-jam untuk sampai di tujuan. “Bener cuaca buruk, kapal luar biasa goyangnya kena ombak. Pokoknya harus pegangan yang kencang biar tidak kebanting-banting,” ungkapnya. 
Walaupun perjalanan laut tidak lancar, mereka akhirnya tiba di Karimunjawa. Setibanya di sana, Debora yang tidak tahu destinasi di Karimunjawa, nekat mencari info dan akhirnya menemukan guide yang bisa membantu mereka selama berada di kepulauan tersebut. 
Dengan biaya Rp 600.000, mereka mendapat fasilitas hotel plus makan tiga kali sehari, boat buat menganter nyebrang kemana-mana, dan tiket kapal buat pulang. Dengan anggaran tersebut, mereka menjelajah tiga destinasi, yaitu penangkaran hiu, snorkling dan pantai Tanjung Gelam. (fin/mar) 
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :