Perang Perangan di Kampung Apache


BATU – Masih satu lokasi dengan Oyot, di sisi Utara terdapat sebuah Kampung Indian. Di sini wisatawan bisa menginap di dalam rumah tenda suku Indian yang berbentuk kerucut. Tidak hanya bisa menikmati sensasi tidur di tengah hutan, di tempat ini wisatawan bisa menikmati wahana permainan perang-perangan.
Di tengah suasana hutan yang sangat sejuk dan di balik pohon pinus, wisawatan bisa bermain paintball. Bersembunyi di balik pohon, atau berlindung di lubang yang dilengkapi tumpukan karung bisa meningkatkan adrenaline siapa saja yang memainkannya. Lapangan sepanjang 50 meter dengan lebar 25 meter didesain khusus untuk perang-perangan maksimal untuk 20 orang.
“Di Kota Batu hanya di sini arena permainan paintball pertama yang permanen, dilengkapi dengan perlindungan-perlindungan yang alami, “ ujar Rudi, pengelola Paintball Apache.
Arena Paintball ini dikonsep Wood Ball yang semuanya didesain alami, sehingga bisa dimainkan untuk 5 versus 5 player, 7, 10 atau bahkan junggle weaver dimana ada beberapa kelompok yang berperang secara bebas. Berbeda dengan lapangan paintball buatan, di sini para pemain bisa memanfaatkan pelindung alam dalam setiap permainan. “Tidak hanya menantang, tapi juga menguji kekompakan tim, “ ujar Rudi.
Untuk bisa bermain permainan menantang ini, wisatawan yang hadir cukup mengeluarkan uang Rp 50 ribu per orang, sudah mendapatkan 15 peluru. Harga tersebut adalah harga promo, karena harga normal Rp 125 ribu per orang untuk 50 peluru.
Andi, warga Jl Diran Sisir salah seorang pengunjung memuji lapangan Apache. Desain medan yang alami, membuat permainan semakin seru. “Kita seolah berada di medan peperangan yang sesungguhnya, seru sekali permainannya, “ ujar Andi. (dan/lim)

Berita Lainnya :

loading...