Pertemuan Muara Sungai Brantas dan Lesti


DI DESA SENGGURUH, ada sebuah bendungan yang besar. Adalah Bendungan Sengguruh. Bendungan ini merupakan batas antara Kecamatan Kepanjen dengan Desa Gampingan Kecamatan Pagak.
Bendungan Sengguruh, dibangun pada tahun 1980. Bendungan ini diresmikan oleh Soeharto, Presiden RI kedua. Keberadaan bendungan ini, ternyata memiliki fungsi utama untuk memperpanjang umur Bendungan Sutami (Karangkates) di Kecamatan Sumberpucung.
"Kalau tidak ada Bendungan Sengguruh, mungkin usia Bendungan Sutami tidak bisa lama, dan tidak bisa menjadi pembangkit listrik untuk Jawa Bali," ujar Kepala Desa Sengguruh, Hery Purnomo.
Menurutnya, Bendungan Sengguruh dibangun untuk menampung sedimen. Dimana tujuannya supaya sedimen (sampah) sungai tidak terbawa ke Bendungan Sutami. Pasalnya ketika sedimen dibiarkan mengalir ke Bendungan Sutami, maka akan terjadi pendangkalan bendungan sejak lama. "Fungsi kedua Bendungan Sengguruh ini, adalah untuk menambah daya pembangkit listrik yang mengaliri Jawa Bali," tuturnya.
Pembangunan bendungan di Desa Sengguruh ini, karena pertemuan dua muara sungai ada di Desa Sengguruh. Yakni Sungai Brantas dan Sungai Lesti. Sehingga untuk menyaring atau menampung sedimen dari dua muara sungai tersebut, harus dibuatkan bendungan.
Meskipun tidak ada manfaat secara langsung bagi masyarakat Desa Sengguruh, tetapi Bendungan Sengguruh ini, cukup memberi penghasilan bagi sebagian masyarakat. Dimana menjadi nelayan, masyarakat juga bisa mengais rezeki dari barang bekas yang terbawa arus sungai.
"Kadang masyarakat ada yang mengumpulkan batang kayu atau bambu yang terbawa arus, juga ada yang mencari barang bekas seperti botol plastik," ucapnya.(agp/lim)

Berita Lainnya :