Saksikan Ikan Pari Terbesar di Dunia


MALANG – Wisatawan harus menggunakan jalur laut dari Denpasar untuk menuju gugus pulau Nusa Penida. Ekky Hana, traveler asal Bandung juga menggunakan jalur ini, bersama grup kawan-kawannya yang berangkat berwisata. Ekky menjelaskan, dia harus menyeberang dengan speed boat dari Denpasar.
“Pas ke sana akhir tahun, aku grup traveling bareng temen-temen. Dari Denpasar aku menyeberang ke Penida pakai speed boat lewat pantai Sanur. Harganya kalau tidak salah Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu sekali menyeberang. Aku menginap di sana dua malam,” ujar Ekky kepada Malang Post kemarin.
Dia menghabiskan waktu tiga hari dua malam untuk menikmati perjalanan ke Nusa Penida. Setibanya di lokasi, Ekky langsung menuju Broken Beach pada hari pertama. Setelah puas menikmati keindahan pantai yang diberi nama pantai patah menurut orang lokal, Ekky menuju Angel’s Billabong.
“Hari pertama ke Broken Beach, Angel’s Billabong dan Pantai Seribu Pulau,” ujarnya. Pantai Seribu Pulau diklaim memiliki keindahan yang hampir sama dengan pantai Raja Ampat. Begitu selesai, Ekky pulang ke tempat penginapan. Hari kedua, dia mendatangi Pantai Kelingking. Pantai ini memiliki spot khusus.
Yakni bernama Manta Point. Spot tersebut merupakan area diving bagi wisatawan yang ingin melihat keindahan alam biota laut. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menonton langsung ikan manta, ikan pari terbesar di dunia. Kunjungan Ekky ke pantai Kelingking juga sekaligus mengakhiri perjalanannya ke Nusa Penida.
Menurutnya, berwisata ke Nusa Penida sebaiknya tidak sehari saja. “Banyak juga yang sebenarnya one day trip, tidak pakai menginap. Tapi rasanya kurang puas mainnya. Lebih baik menyempatkan waktu khusus, biar bisa dipuas-puaskan main di pantai-pantai Nusa Penida,” tambahnya.
Wisatawan tidak perlu takut nyasar ketika tiba di dermaga Nusa Penida. “Kalau mau sewa kendaraan biasanya di dermaga, ketika sampai di Penida, sudah langsung banyak yang nyewain,” tutupnya.(fin/lim)

Berita Lainnya :