Sore dan Malam Malah Ramai


 
WISATA Rawa Klampok ini memanfaatkan sebuah bendungan atau waduk yang usianya hampir 100 tahun. Namanya adalah waduk Rawa Klampok yang muncul sejak tahun 1924 lalu. Waduk tersebut muncul di lahan milik negara. 
Selama ini, waduk Rawa Klampok hanya dimanfaatkan untuk mengairi sawah milik masyarakat sekitar yang luasnya 52 hektare. Meskipun musim kemarau, air di Waduk Rawa Klampok ini tidak akan pernah surut. 
Pasalnya ada lima mata sumber air yang sangat besar. Di antaranya adalah Sumber Sentul, Sumber Krama Lea dan Sumber Josela. Lima sumber air ini terus mengeluarkan air yang sangat berlimpah.  Sehingga kondisi airnya terus terlihat bersih dan jernih.
"Setiap tahunnya untuk menjaga kelestarian sumber air, juga selalu dilakukan ritual oleh desa," ujar Sriadi. 
Karena selama ini hanya berfungsi untuk pengairan sawah, akhirnya agar lebih bermanfaat, Pemerintah Desa Senggreng menjadikan waduk Rawa Klampok ini menjadi sebuah wisata air yang alami. Ini sekaligus juga untuk mendukung salah satu program Bupati Malang tentang pengembangan wisata di Kabupaten Malang. 
Pengembangan Wisata Rawa Klampok ini pun mendapat dukungan dari masyarakat. Warga yang memiliki lahan di pinggir waduk memanfaatkannya dengan membuat fasilitas. Seperti warung atau cafe untuk mendukung wisata ini. 
Sehingga wisatawan yang berkunjung ke Wisata Rawa Klampok ini, tidak hanya sekadar berwisata air dan menikmati segala permainan. Tetapi juga bisa menikmati kuliner makanan khas desa. Karena nantinya, tidak hanya ada beberapa warung makan yang membuka makanan.
"Agar wisata kuliner ini berjalan, kami membuat peraturan untuk pemilik warung. Yaitu setiap warung tidak boleh menjual makanan yang sama," jelas Sriadi. 
Sementara itu, meski masih baru namun setiap harinya sudah banyak masyarakat yang datang. Terutama pada sore dan malam hari. Mereka yang datang biasanya anak-anak muda dan orang tua yang momong anaknya. 
"Kalau pagi atau siang memang sepi. Tapi kalau sore dan malam pasti ramai. Meskipun mereka hanya sekadar menikmati makanan dan minum kopi. Sekarang ini setiap hari ada sekitar 150 orang pengunjung yang datang," paparnya. (agp/lim) 

Berita Lainnya :

loading...