Tiga Hari Menikmati Malaka

 
MALANG POST, Liburan akhir tahun 2017 lalu terasa sangat mengasyikan bagi Ghea Rosweiss, yang kini masih duduk dibangku kelas tujuh SMPN 8 Kota Malang ini. Karena untuk kedua kalinya bisa liburan ke luar negeri, tepatnya ke Kota Malaka dan Kuala Lumpur, Malaysia 24-29 Desember 2017. Sebelumnya, sekitar dua tahun lalu, juga pernah merasakan liburan ke tiga negara di Asia Tenggara, yakni Malaysia, Thailand dan Singapura. Meski sudah pernah ke Malaysia, tapi tak bosan-bosannya mengunjungi Negeri Jiran ini. 
Perjalanan kali ini aku hanya berdua bersama bundaku saja Ihda Khairun Nisa yang juga Guru Bahasa Inggris di SMP Negeri di Tumpang. Meski berdua kami tak takut kesasar, walaupun tanpa pemandu wisata. Alasannya, banyak informasi dari buku-buku atau referensi serta informasi dari teman-teman bundaku. 
Wisata kali ini pun rutenya berbeda dengan ketika pertama kali ke Malaysia. Kali ini pergi ke Malaka dan Kuala Lumpur. Sebelumnya hanya wisata di kawasan Kuala Lumpur seperti Petronas, Batu Caves, Bukit Bintang dan beberapa tempat lainnya.
Keberangkatan ke Malaysia ini, kami berdua harus bangun pagi-pagi guna bersiap-siap ke Bandara Internasional Juanda dengan menggunakan jasa travel. Pukul 04.00 WIB sudah berangkat meski counter check-in Air Asia baru buka jam 09.00 WIB. Kami harus datang jauh lebih awal karena penerbangan internasional yang harus minimal datang dua jam sebelum penerbangan. Selain itu, khawatir jalan macet karena bersamaan dengan liburan Natal dan Tahun Baru.
Ketika sampai di Bandara Juanda, tak terasa jam menunjukkan pukul 08.45 WIB. Melihat papan pengumuman counter Air Asia telah dibuka, kami segera mengantre dan menukarkan e-tiket pesawat Air Asia XT-324 jurusan ke Kuala Lumpur.  Setelah itu langsung naik ke lantai atas untuk pengecekan dan menunggu di ruang tunggu G7.
Namun pesawat yang akan terbang ke Kuala Lumpur mengalami re-scheduled dari jam 10.55 WIB menjadi 11.55 WIB. Terpaksa menunggu lebih lama lagi.  Meski begitu, tetap saja dinikmati.
Ketika jam menunjukkan pukul 11.30 WIB, G7 sudah dibuka dan penumpang baris dengan rapi menuju pesawat. Aku dan bundaku duduk terpisah dan sama-sama duduk di dekat jendela.  Penerbangan ke ibu kota Malaysia itu memakan waktu sekitar dua jam dengan perbedaan satu jam dengan waktu di Indonesia. Pesawat mendarat di Kuala Lumpur pukul 13.00 waktu Malaysia. 
Sesampainya di Bandara KLIA 2, kami langsung membeli Sim Card untuk paketan tujuh hari. Setelah itu, segera menuju ke Imigrasi agar tidak terlalu lama ngantre dan cepat-cepat naik bus ke Malaka. Seperti yang kami duga, karena perjalanan menjelang hari Natal dan Tahun Baru, antrian Imigrasi sangat panjang dan memakan waktu hampir 1,5 jam. Padahal biasanya hanya sekitar 30 menit saja sudah selesai.

Berita Terkait

Berita Lainnya :