Toko Oen Tempat Bersantai Tokoh KNIP


Agung juga menceritakan soal Toko Oen. Toko ini adalah kafe tua yang menjadi tempat favorit yang harus dikunjungi di Kota Malang. Suasana kafe yang menyajikan suasana tempo dulu memiliki daya tarik tersendiri. Keunikan tersebut membuat toko Oen banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Dahulu pada masa penjajahan Belanda, toko Oen menjadi tempat berkumpul orang orang Belanda di Malang. Toko ini berlokasi di kawasan Kayutangan area sekitar Alun- Alun Kota Malang, terletak di jalan Basuki Rahmat No 5.
Toko yang menjual aneka ice cream dan kue ini memiliki suasana toko tempo dulu dengan menu yang di tawarkan adalah masakan Indo-Holland.
Sekitar awal tahun 1920, Toko Oen Malang mulai berdiri dan keadaan bangunan serta semua ornamen di dalamnya tetap terawat dengan baik hingga sekarang. Mulai dari interior, kelengkapan toko seperti meja kursi serta lemari makanan masih dijaga keasliannya.
“Pada tahun 1920, awalnya toko Oen adalah toko serba ada (warenhuis weissberg) yang dimiliki oleh orang Amerika. Tahun 1930 pemiliknya berganti kepada seorang keturunan Tionghoa Belanda yang bernama Liem Gien Nio. Nah, Sebutan Oen diambil dari nama suaminya Oen Tjok Hok. Dimana awalnya toko ini merupakan toko roti,” papar Agung.
Sekitar tahun 1932 berkembang menjadi kafe ice cream dan restoran. Toko Oen pertama dibuka di Jogjakarta pada tahun 1912 dan disusul cabang berikutnya di daerah Semarang, Malang dan Jakarta. Tetapi seiring berkembangnya waktu toko Oen di Jogjakarta dan Jakarta ditutup. Selanjutnya untuk mempertahankan kelangsungan toko Oen cabang Malang dijual kepada pengusaha bernama Dany Mugianto.
Pada bulan Maret 1947, di depan kafe Oen yaitu gedung Concordia Sociale (sekarang gedung Sarinah) dilangsungkan pertemuan tokoh-tokoh nasional dalam acara Kongres Komite Nasional Indonesia (KNIP) yang berpusat di Malang. Saat itu, banyak peserta kongres yang bersantai dan berkunjung ke toko Oen ini.
“Tidak hanya menikmati makanan disana mereka juga membahas strategi kongres. Presiden pertama Indonesia Ir. Sukarno pada kesempatan itu juga pernah mengunjungi toko Oen saat berada di Malang,” jelasnya.
Toko ini juga adalah salah satu bangunan yang selamat dari aksi bumi hangus yang pernah terjadi di Malang pada Juli 1947. Tahun 1930, Toko Oen bernama Toko Oen Ice Cream Palace Patissier. Nama ini sesuai dengan papan nama yang terpampang pada tembok depan toko tersebut.
Didalam toko terdepat tulisan besar di dinding “Welkom in Malang, Toko “Oen” Die Sinds 1930 Aan De, Gasten Gazelligheid Geeft.” dalam Bahasa Belanda yang berarti “Selamat Datang di Malang, Toko Oen sejak tahun 1930 telah memberikan suasana nyaman”. (ica/oci)