Trekking Ekstrim Annapura


Malang Post,
Anton melanjutkan kembali perjalanannya menuju Annapura Base Camp (ABC). Berbagai jalan ia telusuri untuk mencapai salah satu puncak tertinggi di dunia ini. Beranjak menuju ABC dari Pokhara, Anton menyusuri Nayapool, yakni sebuah desa yang terletak di lembah Pokhara, berjarak satu setengah jam dari Lake Side yang merupakan gerbang, tempat dimulainya langkah orang-orang menuju Himalaya.
Setelah itu, perjalanan kembali dilanjutkan menuju Annapura Base Camp (ABC). Ketika menginjakkan kaki di sini, Anton bertemu dengan beberapa turis yang berasal dari negara Australia dan juga yang lainnya. Ketika sedang mempersiapkan diri untuk trekking, Anton betul-betul memasang baju hangat, sarung tangan, topi dan juga tas carrier.
Ketika sedang bersantai, ia berkenalan dengan beberapa teman bule dan akhirnya melakukan perjalanan bersama-sama. “Inilah yang saya senangi ketika melakukan traveling sendirian. Bisa berkenalan dengan orang asing dan melakukan perjalanan  bersama-sama. Sungguh pengalaman baru yang selalu menyenangkan! Jadinya bisa menambah teman ataupun saudara,” ujar Anton antusias.
Perlahan tapi pasti, puncak-puncak gunung yang menjulang tinggi diselimuti salju mulai terlihat. Setelah satu jam setengah berjalan mendaki, Anton dan teman-temannya pun  masih harus menyeberangi satu jembatan lagi agar bisa sampai di Macchapucchre Base Camp (MBC), satu pos terakhir dari rangkaian perjalanan sebelum menyentuh ABC.
Menurut Anton, MBC juga menjadi titik awal manusia mendaki Gunung Macchapucchre. Di sana, ia sempat beristirahat dan melihat pemandangan indah yang dikelilingi oleh pegunungan kokoh menjulang tinggi diselimuti salju, padang rumput hijau yang membentang luas, bunga yang bermekaran, sungai kecil yang dihiasi bebatuan. “Rasanya begitu tenang sekali. Rasa stres langsung hilang,” kata Anton.
Kemudian, Anton kembali melakukan perjalanan ekstrim menuju puncak ABC. Dengan kabut yang tebal disertai angin kencang, diterjang oleh Anton. Setelah berjuang, Anton kemudian membaca tulisan “Selamat datang, sudah berada di ABC,”. Tulisan tersebut menggunakan bahasa Inggris berhiaskan bendera merah kuning biru hijau putih khas penduduk Nepal.
“Rasanya langsung jatuh ke tanah dengan ransel yang masih melekat di punggung. Bahagianya sudah sampai ke puncak. Aku berhasil menggapai mimpiku sampai di sini,” tukas dia.
Kemudian, ia kembali melewati satu tanjakan lagi untuk mencapai penginapan. Sesampainya di penginapan, ia kembali bertemu dengan beberapa turis lain, yakni dari Irlandia, India hingga Korea. Di sana, ia menikmati suasana hangat dengan sajian kudapan untuk menghangatkan tubuh. Seperti cokelat panas dan juga roti. “Ketika berada di sana, saya sangat menikmati pemandangan indah. Yakni puncak gunung yang begitu indah, air sungai, air terjun mengalir di Gunung Annapura I, II dan III serta Gunung Annapura South. Segala pemandangan indah tersebut membuat saya semakin bersyukur betapa indahnya ciptaan Tuhan,” tandas dia.(tea/lim)

Berita Lainnya :