Warung Apung di Tengah Bendungan

 
KABUPATEN MALANG memang gudangnya tempat wisata, baik wisata alam maupun airnya. Salah satu destinasi wisata baru yang lagi dipopulerkan adalah Wisata Rawa Klampok. Wisata air ini berada di Dusun Krajan Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung. Tempatnya masih baru dan sangat alami. Memang saat ini belum begitu dikenal oleh masyarakat luas. Tetapi ke depan, wisata Rawa Klampok ini akan menjadi salah satu tujuan tempat wisata yang akan menjadi jujugan wisatawan. 
Dari Kota Kepanjen, hanya ditempuh dengan jarak waktu sekitar 20 menit saja. Setibanya di Pasar Ngebruk Kecamatan Sumberpucung, pengunjung  bisa masuk ke arah selatan melewati jalan perkampungan. Cukup tanya warga sekitar lokasi Wisata Rawa Klampok, masyarakat akan dengan senang hati menunjukkannya. 
"Wisata Rawa Klampok ini masih baru dan tahap pembangunan. Baru mulai difungsikan sebagai wisata sejak awal tahun lalu. Kalau untuk jalan inspeksi dimulai Oktober 2017 lalu," ungkap Sriadi Kepala Dusun Krajan kepada Malang Post. 
Wisata Rawa Klampok ini memanfaatkan sebuah bendungan atau waduk. Pengelolanya adalah Pemerintah Desa Senggreng dan masyarakat sekitar. Meskipun masih baru dan dalam tahan penyempurnaan, namun wisatawan akan betah untuk berlama-lama menikmati indahnya wisata ini. 
Selain karena suasananya masih alami, kondisi udaranya sejuk dan segar. Cocok menjadi jujugan wisata keluarga dan anak-anak muda. Apalagi konsep dari Wisata Rawa Klampok ini, ke depannya sebagai wisata edukasi. 
"Target kami setelah lebaran semuanya bisa mulai difungsikan. Meskipun sekarang ini, sudah banyak wahana yang sudah bisa dimanfaatkan oleh pengunjung," jelas Sriadi. 
Ada banyak fasilitas dan permainan yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung. Salah satunya adalah Warung Apung. Yaitu sebuah warung makan yang ada di tengah waduk dan mengapung di atas air.  Warung Apung ini dikelola oleh masyarakat sekitar. Untuk menuju ke Warung Apung, wisatawan akan diantarkan dengan menggunakan perahu yang telah disediakan. 
"Khusus untuk pengunjung atau wisatawan yang mau ke Warung Apung, diantarkan naik perahu gratis. Biaya naik perahu, perhitungannya antara pengelola wisata dengan pemilik warung," terangnya. 
Selain Warung Apung, ada fasilitas dan permainan lain yang bisa dinikmati oleh wisatawan. Yaitu permainan bola air. Sebuah bola besar yang maksimal diisi oleh empat orang. Kemudian permainan sepeda air. Lalu, perahu yang akan memanjakan wisatawan keliling waduk. Biaya untuk naik perahu keliling waduk ini Rp 5 ribu setiap orang. 
Selanjutnya ada permainan Flying Fox. Juga pemancingan ikan air tawar jenis nila dan tombro. Sehingga pengunjung tidak sekadar hanya berwisata air, tetapi pulang bisa membawa ikan hasil memancing.
"Untuk permainan perahu sudah mulai difungsikan. Termasuk Flying Fox juga sudah bisa digunakan. Sedangkan permainan lainnya masih menyusul," urainya. 
Andreas, salah satu pengunjung asal Kecamatan Kromengan, yang datang ke lokasi mengatakan sangat terpukau.
"Saya baru mengetahui ada wisata air ini dari media sosial. Ternyata bagus juga lokasi wisatanya, meskipun sekarang dalam tahap pembangunan," tutur pelajar yang datang bersama dengan temannya ini.
‘’Asyik. Suasananya damai dan menenangkan di sini, ‘’ komentar yang lain.(agp/lim)

Berita Lainnya :