Wisata di Alam Eksotis dan Belanja Tenun

 
Perjalanan dilanjutkan ke Kupang dengan mengunjungi Pantai Mata Air dan Pantai Panmuti. Vita menjelaskan jika kedua pantai tersebut sangat jernih, dan juga masih terbilang perawan. 
Pertama kali Vita mengunjungi pantai mata air. Karena datang terlalu pagi, air dipantai masih pasang. Namun hal itu tak membuat wanita ini bersedih. Pasalnya keindahan alamnya dan air yang jernih membuat dia puas meski hanya memandangi pantai ini.
“Meskipun tidak bisa berjalan ditepian pantai, namun masih bisa menikmati keindahan tepi pantai dengan gugusan karang dan air yang terlihat biru. Bahkan kita bisa melihat ikan-ikan kecil,” urainya.
Vita tak hanya puas mengunjungi pantai mata air saja. Dia melanjutkan perjalanan menuju Pantai Panmuti yang berda di desa Noelbaki,  sekitar 30menit dari pusat Kota Kupang. Selain menyajikan keindahan pantai  Panmuti juga menyuguhkan bukit karang yang menggoda untuk ditanjaki. Perjalan menuju puncak bukit hanya membutuhkna 15 menit. Selama 15 menit perjalan itu kita akan melewati padang rerumputan yang tingginya 15 - 40 cm.
“Diatas bukit karang kita seakan melihat hamparan laut biru. Sejenak beban dan masalah hidup terlupakan. Bahkan yang kita rasakan adalah kedamaian saja,” tambahnya.
Setelah itu Vita menyempatkan untuk mengunjugi Pasar Inpres dan melihat kain-kain tenun. Disalah satu toko tersebut menjual kain tenun dari berbagai macam daerah dengan masing-masing karakteristikk pada setiap wilayah. Tiap-tiap suku memiliki motif yang beragam antar satu daerah dengan daerah lain yang tersebar diseluruh wilayah NTT. 
“Seperti motif Sumba, Sabu, Rote, Flores, Larantuka, Timor, Alor, dan lain-lain, yang  memiliki motif-motif khusus yang mengangkat kearifan budaya setempat,” tambahnya. (yun/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :